Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Waspada! BMKG Sebut Indonesia Bakal Terjadi Gempa Megathrust di Berbagai Wilayah, Tinggal Menunggu Waktu!

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 14 Agustus 2024 | 00:15 WIB
Ilustrasi gempa.
Ilustrasi gempa.

SOLOBALAPAN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa gempa megathrust di Indonesia hanya tinggal menunggu waktu.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Ia menanggapi kekhawatiran ilmuwan Indonesia mengenai seismic gap pada Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut.

Seismic gap merujuk pada area sepanjang batas lempeng aktif yang belum mengalami gempa besar atau gempa dalam lebih dari 30 tahun.

BMKG memprediksi bahwa Megathrust Selat Sunda berpotensi memicu gempa dahsyat dengan kekuatan maksimum mencapai M 8,7.

Sementara Megathrust Mentawai-Siberut dapat mencapai M 8,9.

“Gempa pada kedua segmen megathrust ini bisa dikatakan 'tinggal menunggu waktu' karena kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun tidak mengalami gempa besar,” ujar Daryono pada Minggu (11/8/2024).

Menurut Widjo Kongko, seorang perekayasa di Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Megathrust Selat Sunda memang memiliki potensi untuk menyebabkan gempa besar dengan kekuatan hingga M 8,7.

Namun, ada kemungkinan bahwa kekuatan gempa di wilayah tersebut dapat mencapai M 9 atau lebih.

Hal ini dapat terjadi jika gempa akibat Megathrust Selat Sunda terjadi bersamaan dengan segmentasi lain yang terletak di atasnya.

Seperti Megathrust Enggano di Bengkulu dan Megathrust Jawa Barat-Tengah yang berada di sebelah timurnya.

“Energi yang dihasilkan dari potensi gempa itu mirip dengan gempa bumi dan tsunami Aceh 2004,” jelas Widjo, Selasa (18/1/2022).

Ia menambahkan bahwa gempa akibat Megathrust Selat Sunda berpotensi memicu tsunami yang lebih tinggi.

Mirip dengan efek tsunami yang ditimbulkan oleh gempa berkekuatan M 9,3 yang melanda Aceh pada tahun 2004.

Selain itu, Megathrust Mentawai-Siberut juga memiliki potensi untuk menyebabkan gempa besar di masa depan, dan telah menimbulkan beberapa bencana sejak tahun 1994.

Megathrust di wilayah Sumatera ini pernah menyebabkan gempa dengan kekuatan M 8,5 di Nias pada 1994, M 7,9 di Lampung-Bengkulu pada 2000, M 9,3 di Aceh pada 2004, serta M 8,7 di Bengkulu.

Terbaru, Megathrust Mentawai-Siberut juga menyebabkan gempa berkekuatan M 7,3 di Kepulauan Mentawai pada Selasa (25/4/2023) pukul 03.00 WIB.

Daryono menjelaskan bahwa gempa terbesar yang dipicu oleh Megathrust Mentawai-Siberut terjadi pada 10 Februari 1797, dengan kekuatan mencapai M 8,5.

Gempa tersebut menyebabkan tsunami besar yang mengakibatkan lebih dari 300 orang meninggal dunia.

“Artinya, sudah lebih dari 300 tahun sejak zona ini mengalami gempa besar, sehingga wajar jika para ahli menjadikan zona ini sebagai 'the big one' yang mendapat perhatian khusus,” tambah Daryono.

Terkait potensi gempa besar dan tsunami akibat megathrust, Daryono menyampaikan bahwa BMKG telah menyiapkan sistem monitoring serta peringatan dini tsunami yang semakin cepat dan akurat. (did)

 

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#gempa megathrust #indonesia #bmkg