SOLOBALAPAN.COM - Cut Intan Nabila ternyata sempat memberikan petunjuk bahwa ia telah menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya, Armor Toreador.
Hal ini terungkap setelah Cut Intan Nabila membeberkan bukti mengenai perlakuan buruk yang diterimanya dari Armor Toreador.
Bahkan, dalam insiden KDRT tersebut, anak yang baru dilahirkan oleh Cut Intan Nabila juga terkena dampaknya karena mendapatkan tendangan dari Armor Toreador.
Menariknya, Cut Intan Nabila sudah memberikan petunjuk mengenai situasi tersebut sejak enam hari lalu.
Petunjuk ini disampaikan melalui video singkat yang diunggah oleh Cut Intan Nabila.
Solobalapan.com mengutip dari akun Instagram @cut.intannabila, video terakhir yang diunggah oleh Cut Intan Nabila sebelum mengungkapkan KDRT oleh suaminya, Armor Toreador.
Menunjukkan dirinya sedang menyusun bungkusan ASI untuk kebutuhan sang bayi.
Di akhir video, tampak tangan Cut Intan Nabila yang penuh dengan lebam.
Meskipun demikian, dalam keterangan video tersebut, ia tampak berusaha menunjukkan suasana hati yang positif.
"Lagi senang post kegiatan menyusui gapapa ya."
"Biar busui ini bahagia," tambahnya disertai emoji tertawa.
Perlu dicatat bahwa Cut Intan Nabila baru saja melahirkan pada 24 Juli 2024.
Publik pun terkejut mengetahui bahwa unggahan terakhirnya yang berkaitan dengan buah hatinya ternyata merupakan petunjuk mengenai KDRT yang dilakukan oleh suaminya.
Enam hari setelah unggahan tersebut, Cut Intan Nabila membagikan video yang mengungkapkan bukti kasus KDRT yang dialaminya.
Video tersebut segera memicu berbagai komentar dari netizen yang menanggapi kasus KDRT yang dilakukan oleh Armor Toreador.
"Tangannya biru-biru mba," tulis netizen.
"Kalian nyadar gk sih pas dia slow kan vdeonya dia ngasih kode 4 jari, berarti dia memang btuh bantuan," komentar netizen lain.
"Salfok sama tangannya pasti dipukul gara-gara KDRT ya kak," tambah netizen lainnya.
Saat ini, kasus KDRT yang dilakukan oleh Armor Toreador terhadap Cut Intan Nabila masih menjadi perbincangan hangat dan telah menjadi trending topic di Twitter (X). (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo