Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Viral! Detik-detik Saka Tatal Lakukan Ritual Sumpah Pocong untuk Buktikan Ia Tak Bersalah dalam Kasus Vina Cirebon

Didi Agung Eko Purnomo • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 04:41 WIB
Saka Tatal saat jalani proses sumpah pocong.
Saka Tatal saat jalani proses sumpah pocong.

SOLOBALAPAN.COM - Saka Tatal Kembali Menjadi Sorotan Setelah Jalani Ritual Sumpah Pocong untuk Membuktikan Tak Bersalah dalam Kasus Vina di Cirebon

Nama Saka Tatal kembali mencuri perhatian publik. Pada Jumat, 9 Agustus, Saka Tatal menjalani ritual sumpah pocong di Padepokan Amparan Jati, Cirebon, Jawa Barat.

Dalam ritual tersebut, Saka Tatal bersumpah bahwa ia tidak terlibat dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky yang terjadi pada tahun 2016 lalu.

Dilansir Solobalapan.com dalam sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @rofie_ash memperlihatkan detik-detik saat Saka Tatal melakukan ritual sumpah pocong tersebut.

Ritual Sumpah Pocong dipimpin oleh Pimpinan Padepokan Amparan Jati, Raden Gilap Sugiono.

Video yang diunggah tentang momen Saka Tatal menjalani ritual ini mendapatkan berbagai tanggapan dari warganet.

Banyak dari mereka yang memberikan dukungan kepada Saka Tatal.

Warganet mengapresiasi keberaniannya menjalani sumpah pocong sebagai bentuk usaha untuk membuktikan kebenaran.

"Merinding gak kuat, demi kebenaran saka sampai rela melakukan sumpah pocong ini sehat selalu saka." komen netizen.

"ya allah, tanpa sumpah pocong sy percaya kamu g brsalah nak saka," tulis netizen lainnya.

"mungkin bg org2 yg g faham, ini cuma lelucon main2an tapi bagi yg faham sumpah ini sangat menakutkan. Penuh sirat mistis jiwa yg bergetar." ujar netizen lain.

Tanggapan MUI atas Aksi Saka Tatal

Aksi Saka Tatal menjalani ritual sumpah pocong telah menarik perhatian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Ikhsan Abdullah, menegaskan bahwa prosesi sumpah pocong tidak termasuk dalam ajaran agama Islam, melainkan merupakan adat istiadat.

Namun, ia menjelaskan bahwa kalimat sumpah yang diucapkan Saka Tatal, yang menyebut nama Allah, diterima dalam agama Islam.

"Lafadz sumpah yang menyebut nama Allah, yang digunakan Saka Tatal untuk menyatakan ketidakbersalahannya, dapat diterima dalam konteks agama."

"Namun, prosesi yang melibatkan pembungkusan dalam kain kafan dan dikubur seperti itu adalah bagian dari budaya tradisi atau kearifan lokal yang telah ada sejak lama," ujarnya.

Ikhsan Abdullah menjelaskan bahwa dalam agama Islam, ritual sumpah pocong tidak dikenal. Sebaliknya, umat Islam biasanya bersumpah dengan menyebut nama Allah.

"Jika sumpah tersebut tidak benar, maka secara psikologis, orang yang bersumpah akan merasakan dampak seumur hidupnya."

"Namun, jika sumpah tersebut benar dan orang tersebut tidak bersalah. maka mereka yang memperlakukan Saka Tatal secara tidak adil akan menghadapi dampak psikologis sebagai akibat dari ketidakadilan tersebut," jelas Ikhsan Abdullah.

Dia juga menambahkan bahwa tindakan Saka Tatal dalam membuktikan ketidakbersalahannya melalui ritual ini adalah usaha untuk menjauhkan diri dari tuduhan.

"Saka Tatal berusaha menghindari azab, sementara aparat, hakim, atau jaksa yang mungkin memperlakukannya secara tidak adil juga akan merasakan dampak psikologi."

"Meskipun tidak langsung terlihat, namun pasti akan ada konsekuensinya," imbuhnya. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#viral #saka tatal #kasus vina cirebon #sumpah pocong