SOLOBALAPAN.COM - Sandi (25), seorang ayah kandung di Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) jadi sorotan setelah tega melakukan penganiayaan terhadap bocah 1 tahun yang merupakan anak kandungnya.
Usai penganiayaan yang dilakukan oleh Sandi kepada anak kandungnya itu terungkap, pihak kepolisian langsung mengamankan pelaku di kediamannya.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, terungkap bahwa Sandi melakukan penganiayaan terhadap anaknya dalam keadaan terpengaruh narkoba.
Hal itu diungkap oleh polisi usai melakukan tes urine kepada Sandi.
"Setelah dilakukan tes urine ternyata kandungannya positif kandungan metamfetamin sehingga dengan demikian dapat ditarik kesimpulan yang bersangkutan dalam pengaruh narkoba (saat menganiaya anaknya)," kata Kapolres Pinrang AKBP Andiko Wicaksono, seperti dikutip pada Kamis, 8 Agustus 2024.
Pihak kepolisian lantas mengungkapkan kondisi terkini dari bocah 1 tahun yang menjadi korban penganiayaan ayah kandungnya itu.
Dikatakan bahwa saat ini, bocah tersebut sudah dalam keadaan lebih baik dan luka penganiayaan yang ada di tubuhnya sudah mendapatkan penanganan.
"Dan terakhir memang kami melakukan reaksi dan reaksinya cukup positif terhadap interaksi dan ceria sebagaimana anak usia 1 tahun," lanjutnya.
Selain itu, polisi juga mengungkapkan alasan di balik penganiayaan yang dilakukan oleh Sandi kepada anak kandungnya itu.
Menurut keterangan dari pihak kepolisian, Sandi tega menganiaya anak kandungnya lantaran kesal dengan sang istri yang sudah meninggalkannya.
Sandi kemudian merekam aksinya menganiaya anaknya yang baru berusia 1 tahun itu lantaran berniat ingin mengancam sang istri agar mau rujuk dengannya.
Terungkap pula aksi keji Sandi kepada anaknya.
Sandi sempat menyekap anak kandungnya itu selama 16 jam, kemudian diketahui pula jika pelaku sempat menggantung dan membanting anak perempuan berjenis kelamin perempuan itu.
Dalam video yang beredar, penganiayaan itu akhirnya berhasil dihentikan setelah seorang wanita paruh baya merebut bocah 1 tahun itu dari tangan Sandi.
Bahkan wanita paruh baya itu sampai terduduk dari posisi berdirinya, lantaran Sandi berusaha untuk kembali merebut anak kandungnya dari gendongan nenek itu. (lz)
Editor : Laila Zakiya