SOLOBALAPAN.COM - Arwan Nur Ramadhan, dosen Universitas Negeri Yogyakarta kini bak jadi artis dadakan usai namanya jadi perbincangan di media sosial.
Kepergok melakukan tindakan anarkis kepada mahasiswa yang sedang melakukan orasi di PKKMB, Arwan Nur Ramadhan juga dicap arogan.
Diketahui sebelumnya, sosok Arwan Nur Ramadhan terlihat hadir dalam demo yang digelar mahasiswa UNY dalam rangka melakukan protes atas agenda PKKMB 2024.
Deretan mahasiswa UNY yang kompak mengenakan almamater biru itu menilai bahwa PKKMB 2024 cacat dan dimonopoli oleh pihak kampus.
Ketika seorang mahasiswa melakukan orasinya, Arwan Nur Ramadhan yang diketahui merupakan dosen di UNY lantas terekam melakukan anarki dengan memiting kepala mahasiswanya.
Tak sendiri, Arwan Nur Ramadhan juga didukung oleh sejumlah staf kampus lainnya yang menimbulkan kericuhan di kalangan mahasiswa.
Selain tindakan anarkis tersebut, kelakuan lain Arwan Nur Ramadhan pun dibongkar oleh mahasiswanya.
Melalui unggahan X akun @/ahjussilover, dikutip pada Rabu, 7 Agustus 2024, Arwan diketahui juga pernah mengeluarkan jurus ancaman untuk mahasiswa yang dinilai tak patuh.
Dikatakan bahwa Ketua BEM yang saat itu sempat menyuarakan protes, justru dibungkam dengan ancaman pencabutan beasiswa yang diterima oleh yang bersangkutan.
'Make sense sih kalau ketua BEM diancam dicabut beasiswanya, yang ngurusin juga arwan. Apalagi sekarang jadi pembina fomuny,' tulis akun tersebut.
Unggahan tersebut lantas dibalas oleh Ganta, mahasiswa lain dari UNY yang dikenal kritis sejak lama.
Ganta mengatakan bahwa sudah sering mendengar perilaku buruk Arwan di lingkungan kampus.
'Sebernya ga cmn sekali, udah berkali-kali dicurhatin tmn-tmn soal kelakuan dosen ini,' tulis Ganta lewat akun X @/rgantas.
Namun menurut penilaian Ganta, Arwan selama ini melakukan tindakan tersebut demi terlihat baik di mata atasannya.
'Cmn di sisi lain ga tega ama nih org, kroco gini lagi ngerintis tangga karir. Jadi apapun yg bisa dijilat bakal dijilat. Tp kalo kasusny ampe gini kelewatan sih, dia udah cross the line banget.' ujarnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya