Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kerusuhan Bangladesh Viral di Sosial Media: Ratusan Orang Tewas, Rumah Perdana Menteri Dijarah hingga Seluruh Kota Dibakar!

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 7 Agustus 2024 | 02:26 WIB
Asap membumbung tinggi di langit Dhaka, usai pengunjuk rasa membakar museum mantan pemimpin Sheikh Hasina Senin (5/8/2024).
Asap membumbung tinggi di langit Dhaka, usai pengunjuk rasa membakar museum mantan pemimpin Sheikh Hasina Senin (5/8/2024).

SOLOBALAPAN.COM - Kerusuhan meletus di Bangladesh setelah penggulingan Perdana Menteri Sheikh Hasina, yang telah memimpin negara selama 15 tahun.

Para pengunjuk rasa yang marah membakar stasiun televisi, merusak patung ayah Hasina, Sheikh Mujibur Rahman, dan menyerbu kediaman perdana menteri.

Kekacauan ini terjadi setelah panglima militer mengumumkan pembentukan pemerintahan sementara.

Ribuan warga Bangladesh turun ke jalan untuk merayakan apa yang mereka sebut sebagai "Hari Kemerdekaan" yang baru.

Di media sosial, ucapan selamat mengalir deras.

"Ini adalah momen yang sangat membahagiakan," ungkap Mohammad Bashir, 35 tahun, salah seorang warga yang ikut merayakan.

Ia berharap agar keadilan segera ditegakkan bagi semua korban, termasuk pelajar yang terkena dampak dari lebih dari sebulan protes mematikan ini.

Di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Dhaka, ditemukan lebih dari 44 mayat, sebagian besar adalah pria muda dengan luka tembak.

Secara keseluruhan, ratusan orang tewas dalam peristiwa dramatis ini, dan lebih dari 400 orang telah kehilangan nyawa selama protes berlangsung.

Sementara itu, kantor-kantor Liga Awami Hasina di seluruh negeri dibakar dan dijarah.

Ratusan orang menyerbu gedung parlemen, dan beberapa di antaranya tampak meledakkan bom asap di dalam gedung tersebut.

"Saya sangat senang bahwa negara kita akhirnya bebas," ujar Sazid Ahnaf, 21 tahun, salah seorang demonstran di Dhaka, seperti dilaporkan Solobalapan.com dari Sunnyside Sun.

Dia membandingkan peristiwa tersebut dengan perang kemerdekaan melawan Pakistan pada tahun 1971, menggambarkan momen ini sebagai pemberontakan Bengal yang baru.

Protes yang dimulai sebagai gerakan mahasiswa menolak tawaran pekerjaan pegawai negeri sipil telah berkembang menjadi seruan massa untuk mengakhiri pemerintahan Hasina.

Sekarang, Bangladesh memasuki fase transisi yang penuh ketidakpastian. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#viral #kerusuhan #bangladesh