SOLOBALAPAN.COM - Baru-baru ini, sebuah video yang menunjukkan dua siswa kelas 2 SD di Sulawesi Selatan menjadi viral di media sosial.
Muhammad Ammar Ramadhan dan Muhammad Rifki harus mendayung perahu melintasi Sungai Tangka setiap hari untuk pergi ke sekolah.
Keduanya bersekolah di SD 139 Larea-rea, Kabupaten Sinjai, namun mereka tinggal di Borong Kalukue, Dusun Lagoppo Dua, Desa Massangkae, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone.
Perjalanan mereka yang penuh tantangan ini menjadi sorotan publik setelah diunggah oleh akun Instagram @folkative.
Akun tersebut menyoroti kesulitan yang mereka hadapi akibat ombak yang mengombang-ambingkan perahu mereka.
Ibu dari salah satu bocah, Faidah, mengonfirmasi bahwa anaknya memang harus menyebrangi sungai setiap hari untuk pergi ke sekolah.
“Untuk ke sekolah, anak-anak memang harus naik perahu sampan kami. Meski ombak tinggi atau angin kencang, mereka tetap pergi sekolah. Semangat menuntut ilmu,” ujarnya.
Kepala Desa Massangkae, Muhammad Asri Arsyad, menjelaskan bahwa aktivitas ini bukanlah hal baru di daerahnya.
Hampir semua warganya bersekolah di Sinjai, baik SD maupun SMP, dan sebagian besar siswa Desa Massangkae memiliki perahu sendiri.
Video tersebut memicu berbagai tanggapan dari netizen.
Banyak yang menyalahkan pemerintah, sementara beberapa orang memahami situasi tersebut sebagai bagian dari kehidupan di daerah terpencil, terutama di provinsi kepulauan.
Berikut beberapa komentar Netizen terkait aktivitas yang dilakukan pelajar arungi sungai tersebut:
“Bersyukur kita sekolah cuman mikirin PR doang, mereka sampe mikir nyawa juga.” Ujar akun @ramdanramdhanii.
“Saya seorang guru, rasanya pengen nangis lihat ini, peluk jauh buat kalian anak2 hebat.” ujar akun @amyharsanto.
“kalau di kalimantan udah gak heran tetap semangat dek.” Ujar akun @angga_m0610
“Dimanakah mata pemerintah setempat. Gak turun tangan?” Ujar akun @abelsoebono. (did)