SOLOBALAPAN.COM - Sandi (25), seorang ayah yang tega aniaya anaknya sendiri di Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan.
Diketahui bayi tersebut masih berusia 14 bulan dan mendapatkan perilaku penganiayaan dari ayahnya sendiri.
Berbagai tindak kekerasan dilakukan oleh sang ayah demi menarik perhatian istrinya yang telah pisah ranjang hampir satu tahun darinya.
Berdasarkan informasi yang ditelusuri melalui media sosial X, terungkap beberapa fakta yang menyebabkan Sandi lakukan penganiayaan kepada putrinya sendiri.
Konflik Rumah Tangga
Sandi mengalami konflik yang cukup serius dengan istrinya. Perselisihan tersebut tidak hanya berakhir pada pertengkaran verbal, tetapi juga memicu emosi negatif yang mendalam hingga ia tega aniaya bayinya sendiri.
Pelampiasan Emosi
Tidak mampu menahan amarah dan frustrasi akibat perselisihan tersebut, Sandi memilih cara yang ekstrem untuk melampiaskan kemarahannya.
Alih-alih menyelesaikan konflik secara dewasa, ia mengambil langkah tragis dengan menyiksa anaknya sendiri.
Ancaman Psikologis
Dengan tujuan menekan psikologis istrinya, Sandi merekam aksi penyiksaan terhadap anak mereka.
Video tersebut dikirimkan kepada istrinya sebagai bentuk ancaman dan untuk menunjukkan kekuasaan serta kontrol yang ingin ia miliki dalam hubungan mereka.
Kurangnya Kesadaran
Tindakan Sandi juga mencerminkan kurangnya kesadaran terhadap dampak psikologis dan fisik yang dialami anaknya setelah kejadian tersebut terjadi.
Ia lebih terfokus pada keinginannya untuk melukai istrinya secara emosional melalui penderitaan anak mereka hingga mendapatkan istrinya kembali.
Dari kejadian ini, warganet di X nampak sangat geram hingga lontarkan kata-kata kecewa kepada tindakan keji Sandi kepada bayinya.
"Sakit jiwa" tulis @blaqswane.
"sakit bangettt, iblisnya harus dihukum seberat beratnya" tulis @scoobaedo.
"Ya allah kena rokok bentar aja udah sakit apalagi adeknya sebanyak itu laporin bapaknya plisss" tulis @leolanya. (nda)
Editor : Nindia Aprilia