SOLOBALAPAN.COM - Sandi, seorang ayah di Pinrang, Sulsel nekat melakukan penganiayaan terhadap seorang bocah 1 tahun yang rupanya merupakan anak kandungnya.
Untungnya, aksi penganiayaan yang dilakukan oleh Sandi kepada anak kandungnya itu berhasil dihentikan oleh tetangga, yang kemudian memanggil petugas polisi dan TNI ke lokasi kejadian.
Video Sandi saat dikerumuni petugas polisi dan TNI di rumahnya pun viral di media sosial.
Sandi, dalam video yang beredar, terlihat menangis terisak.
Di hadapannya, sang putri yang jadi korban penganiayaan sudah berada dalam gendongan seorang petugas kepolisian.
Bocah yang tepatnya berusia 14 bulan itu terdiam setelah diberikan sebotol susu.
Petugas kepolisian yang menggendong bocah perempuan itupun tak kuasa menahan air matanya kala melihat kondisi balita itu yang mengenaskan.
"Ini seumuran anak saya ini," rintih petugas kepolisian tersebut sembari tak tega melihat kondisi bocah tersebut.
Apalagi rupanya, anak perempuan dalam gendongan petugas kepolisian itu sedang dalam keadaan penuh kotoran.
"Kasihan dia boleh dibersihkan dulu? Dia buang air ini," ujarnya meminta izin di hadapan sang ayah.
Petugas kepolisian lain pun sepaham dengan apa yang dirasakan oleh rekannya itu.
Para polisi yang lain kemudian meminta agar sang bocah segera digantikan pakaiannya.
Sementara itu, Sandi yang ada di hadapan anak kandungnya itu justru menggeleng.
Ia masih saja menangis tersedu, bahkan memukulkan kepalanya ke tembok kayu yang ada di sandarannya.
Menurut keterangan akun X @/glowingbgt yang pertama kali mengunggah kasus penganiayaan tersebut, Sandi tak cuma melakukan kekerasan kepada putri kandungnya.
'Sakit nya lah yg kau rasa kan nak,habis mukak mu di sunduti rokok sama laki² biadap itu,.masih untung ada nenek mu yg nolongin kau,' tulis unggahan akun tersebut.
'kejadian di Pinrang (Digantung, ditendang, disundut roko, disekap 16jam tanpa makan/susu),' tukasnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya