SOLOBALAPAN.COM - Elite PDIP berikan komentar soal penampilan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang meminta maaf jelang lengser dari jabatannya.
Diketahui sebelumnya, Jokowi menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia jelang berakhirnya masa jabatannya pada Oktober 2024 mendatang.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Jokowi sembari menahan tangisannya agar tak jatuh.
Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Sitorus pun lantas berkomentar soal penampilan Jokowi tersebut.
Deddy Sitorus menduga jika Jokowi sedang melakoni sebuah drama.
Ia menuding Jokowi sengaja menunjukkan momen tersebut dan bersandiwara untuk meraih simpati dari masyarakat.
Menurut Deddy, Jokowi kerap melakukan hal yang tak sesuai dengan isi pikirannya yang sesungguhnya.
"Kalau merujuk data dan kebiasan beliau, Pak Jokowi selalu mengatakan hal yang bertentangan atau tidak sinkron dengan perasaan, pikiran, dan tindakannya," kata Deddy saat ditemui wartawan pada Jumat, 2 Agustus 2024, dilansir dari Jawa Pos.
Tudingan soal Jokowi yang tengah bersandiwara pun disampaikannya mengingat kebiasaan sang presiden itu.
"Jadi, saya enggak tahu kali ini dia tulus atau tidak. Jangan-jangan dia sedang bersandiwara untuk mencari simpati, bukan tulus meminta maaf," lanjutnya.
Deddy menyampaikan bahwa Jokowi bisa menggunakan cara lain jika hendak meminta maaf kepada masyarakat.
Baca Juga: Kuliner Viral: Es Krim Tentrem, Si Manis kebanggaan Kota Solo Sejak Tahun 1952
Seperti mencabut aturan yang sebenarnya memberatkan rakyat, hingga memperbaiki kerusakan lembaga-lembaga yang terkait dengan demokrasi, penegakan hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), lingkungan hidup dan distribusi keadilan-kesejahteraan.
"Jangan omon-omon saja. Batalkan itu usulan (menghidupkan kembali) DPA (Dewan Pertimbangan Agung), pasal-pasal yang berpotensi merusak tatanan dalam revisi UU TNI-POLRI," ujar Deddy.
Deddy menilai jika Jokowi punya kesempatan besar untuk berhasil meraih hati masyarakat dengan cara yang disampaikannya itu.
"Kalau hal-hal itu dilakukan baru kita belajar percaya kalau beliau serius minta maaf pada rakyat. Jujur saja, lima tahun rezim Jokowi itu daya rusaknya terhadap hukum dan demokrasi melampaui 32 tahun kekuasaan Orde Baru," sambungnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya