Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

SMP Petra Surabaya Ogah Bayar Rp140 Juta per Bulan ke Warga hingga Berujung Perseteruan Viral, Naiknya Nggak Wajar!

Laila Zakiya • Jumat, 2 Agustus 2024 | 18:44 WIB
Wali Kota Surabay Armuji saat datangi lokasi penutupan akses SMP Petra Surabaya.
Wali Kota Surabay Armuji saat datangi lokasi penutupan akses SMP Petra Surabaya.

SOLOBALAPAN.COM - Media sosial tengah digegerkan dengan perseteruan antara SMP Petra Surabaya dengan warga sekitar.

Diketahui, SMP Petra Surabaya berlokasi di Jalan Manyar, Tirtomulyo, Mulyorejo, Surabaya.

Warga setempat sejak awal memang sudah meminta iuran kepada pihak SMP Petra Surabaya atas keberadaaan sekolah tersebut.

Namun mulanya, warga yang menagih lewat RW tak meminta angka yang fantastis hingga Rp140 juta.

Perseteruan itu kemudian viral setelah video Wali Kota Surabaya, Armuji beredar di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat pihak sekolah yang mengeluhkan kepada Armuji soal penutupan sepihak akses jalan utama menuju SMP Petra Surabaya.

Penutupan akses jalan tersebut dilakukan oleh warga.

Saat itu, warga mengatakan bahwa akses jalan menuju SMP Petra Surabaya membuat kemacetan dia area tersebut.

Ditambah dengan pihak sekolah yang tak mau menaati kenaikan iuran yang telah disepakati oleh pihak RW.

'Iuran RW minta 140jt/bulan, SMP Petra Surabaya di Jalan Manyar Tirtomulyo, Mulyorejo,' tulis unggahan dalam akun X @dhemit_is_back, Jumat, 2 Agustus 2024.

Pihak sekolah menjabarkan bahwa SMP Petra Surabaya diminta untuk membayar iuran kepada empat RW sekitar dengan nominal Rp35 juta per bulan.

Baca Juga: Shakti, Maskot Timnas Indonesia Bawa Semangat Baru untuk Lolos Piala Dunia 2026: Ada Motif Batik Khas Solo dan Jogja!

Harus menguras Rp140 juta per bulan, pihak sekolah pun merasa keberatan.

Padahal sebelumnya, SMP Petra Surabaya hanya diminta membayar Rp25 juta per bulan ke pihak warga setempat.

Dengan nominal sebelumnya, SMP Petra Surabaya mengaku tak keberatan.

Namun jika harus mengalami kenaikan yang cukup signifikan sehingga harus membayar angka fantastis setiap bulannya, pihak sekolah mengaku enggan membayar.

Armuji selaku Wali Kota setempat mengatakan bahwa faktor kemacetan yang jadi alasan kenaikan iuran hanyalah alasan para warga saja.

Meski demikian, Armuji menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah apakah kasus tersebut akan dibawa ke ranah hukum atau kekeluargaan. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #SMP Petra Surabaya #mulyorejo #penutupan akses jalan #surabaya