SOLOBALAPAN.COM - Dikenal sebagai seorang influencer parenting, Meita Irianty kini harus menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap anak.
Meita Irianty, dalam unggahan yang beredar, ketahuan melakukan kekerasang terhadap anak yang ada di daycare miliknya.
Mulai dari pukulan dan tendangan dilakukan oleh Meita Irianty terhadap seorang bocah berbaju oranye yang diketahui merupakan anak didik di daycare miliknya itu.
Usai terlibat dalam kasus kekerasan terhadap anak, borok Meita Irianty pun dibongkar oleh seorang anak magang.
Dari keterangan pemilik akun Instagram @julia_revaa yang mengaku pernah magang di bawah naungan Meita Irianty, sang influencer parenting rupanya punya perangai tak baik.
Saat itu menduduki jabatan Wakil Direktur, Meita Irianty rupanya punya sifat yang berbanding terbalik dari yang selama ini ditampilaknnya di hadapan publik.
Jika dalam konten media sosialnya wanita yang kerap disapa Tata itu menunjukkan kepribadiannya yang seolah bijak dan peduli terhadap anak-anak, namun sang anak magang justru menemukan kepribadian yang berbeda.
Dikatakan pemilik akun Instagram tersebut, Meita Iriantuy ternyata punya tutur kata yang buruk.
"Saya pernah magang di sini min, dia emang parah sih mulutnya, setau saya dia sebagai wakil direktur sih," ujar pemilik akun tersebut, seperti dilansir dari unggahan akun Instagram @komisi.co, Kamis, 1 Agustus 2024.
Lebih lanjut, saat ini Meita Irianty berhasil diamankan Polres Depok atas kasus penganiayaan terhadap anak.
Penangkapan Meita Irianty itu dilakukan berdasarkan laporan orang tua murid yang menjadi korban penganiayaan sang influencer.
Dikatakan orang tua murid berinisial RD itu, anaknya mendapatkan sejumlah luka lebam dan bekas luka yang berasal dari gunting.
Diketahui, Meita Irianty memang dikenal sebagai pemilik daycare bernama Wensen School Indonesia.
Penganiayaan yang dilakukan Meita Irianty itu diduga dilakukan kepada lebih dari satu orang anak.
Namun MI (2), anak dari RD, yang mendapat kekerasan terparah dari Meita Irianty saat berada di daycare tersebut, sehingga sejumlah guru pun melaporkannya ke orang tua murid. (lz)
Editor : Laila Zakiya