SOLOBALAPAN.COM - Nama Meita Irianty belakangan jadi sorotan setelah orang tua mengaku jika anaknya menjadi korban penganiayaan di daycare milik influencer parenting tersebut.
Diketahui Meita Irianty merupakan seorang pemilik daycare bernama Wensen School Indonesia yang berlokasi di Depok, Jawa Barat.
Diduga telah melakukan kekerasan atau penganiayaan, video kamera pengawas di Wensen School Indonesia pun beredar melalui Instagram @komisi.co, dikutip pada Rabu, 31 Juli 2024.
Dalam video yang beredar, mulanya terlihat seorang balita yang sedang menangis tak karuan di belakang pintu yang tertutup.
Kemudian masuklah seorang wanita berbaju biru dan celana cokelat ke kamar balita itu.
Wanita itu kemudian mengangkat balita itu dengan mengangkatnya melalui bagian ketika tangannya sehingga sang bocah tertarik ke atas.
Bocah itu kemudian diminta untuk segera tidur, bahkan wanita itu juga memberikan sebuah guling kepada bocah itu.
Sementara itu di momen lainnya, terlihat wanita lain yang masuk juga ke dalam kamar itu.
Wanita berbaju putih-hitam dengan kerudung hitam itu langsung mengamuk melihat kedua balita yang menangis diduga karena enggan tidur siang.
Ketika sang anak hendak mencari perlindungan dengan memeluk kaki wanita itu, sang wanita yang disebut sebagai Meita itu lantas menarik bocah berbaju oranye itu dengan keras.
Bahkan terlihat pula wanita itu memukul bocah itu dan juga menendangnya.
Aksi penganiayaan balita itu lantas dilaporkan orang tua korban ke Polres Depok pada Senin, 29 Juli 2024.
Orang tua korban saat itu menyadari adanya sejumlah memar di tubuh anaknya itu.
RD, yang merupakan orang tua korban itu juga mengaku mendapat laporan dari guru soal kekerasan anak yang dilakukan oleh ketua yayasan daycare tersevyr.
Ketika dihubungi, pihak daycare pun membantah dan mengatakan bahwa memar di tubuh anaknya itu dikarenakan hal yang lain.
"Kami konfirmasi ke pihak daycare, mereka menyanggah. Mereka bilang anak saya nggak ada jatuh dan terbentur apapun," kata RD.
Tak percaya, RD kemudian membawa anaknya ke dokter.
Hingga dokter pun mengatakan bahwa menurut pemeriksaan, memar yang ada di tubuh anaknya merupakan hasil benturan atau tekanan.
"Dokter menyimpulkan bahwa memar itu bukan dari demamnya, tapi memang ada benturan atau ada tekanan sehingga badan anak saya memar-memar," tukasnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya