Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tak Cuma Sekali, Ternyata Sosok Dokter WSJ Clinic yang Tewaskan Selebgram Pernah Dilaporkan Dugaan Malapraktik Sebelumnya

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 30 Juli 2024 | 22:46 WIB
WSJ Klinik dan Potret korban malpraktik, Ella Nanda.
WSJ Klinik dan Potret korban malpraktik, Ella Nanda.

SOLOBALAPAN.COM - Polres Metro Depok telah memeriksa seorang dokter dari Wsj Clinic kecantikan setelah selebgram Ella Nanda Sari Hasibuan, yang berusia 30 tahun, meninggal dunia.

Ella, yang berasal dari Medan, Sumatra Utara, meninggal setelah menjalani prosedur sedot lemak di Wsj Clinic, Depok, Jawa Barat, pada Senin, 22 Juli.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana, mengungkapkan bahwa dokter berinisial A yang melakukan operasi sedot lemak ini sebelumnya pernah dilaporkan atas kasus malapraktik pada tahun 2023.

"Iya betul, ini dokter yang sama. Jadi pada tahun 2023, dia pernah dilaporkan, dan kejadian sedot lemak ini juga bermasalah," jelas Arya kepada awak media pada Senin, 29 Juli.

Pada kasus sebelumnya, korban yang melapor mengalami masalah setelah prosedur sedot lemak, namun tidak sampai meninggal dunia.

"Waktu itu kulit korban terasa seperti terbakar dan panas. Sedangkan pada kasus yang sekarang, korban (Ella Nanda Sari Hasibuan) meninggal dunia," tambahnya.

Laporan kasus sebelumnya kemudian dicabut karena korban dan dokter berinisial A tersebut sepakat untuk berdamai.

Kuasa hukum Wsj Clinic, Rikardo Siahaan, menyatakan bahwa dokter berinisial A memiliki sertifikasi resmi untuk melakukan prosedur sedot lemak.

"(Sertifikasi profesinya) ada, karena kita memang meminta sertifikat tersebut untuk melakukan tindakan itu."

"Dokter tersebut adalah dokter yang berkompeten, dan legalitasnya sesuai dengan tindakan yang dilakukan (sudah ada izin)," tegasnya.

Namun, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian korban, termasuk dugaan malapraktik yang mungkin dilakukan oleh Wsj Clinic.

Klinik yang didirikan pada tahun 2014 ini menawarkan berbagai layanan seperti eyelash, hifu, laser CO2, IPL brightening, facial sparkling, serta DNA salmon.

Selain menjalankan klinik, Wsj Clinic juga memproduksi skincare dengan merek yang sama dengan nama klinik.

Akun media sosial Wsj Clinic, yang memiliki 74 ribu pengikut di Instagram dan 7 ribu pengikut di TikTok, langsung diprivat setelah berita kematian selebgram asal Medan ini tersebar.

Sebelumnya, Kombes Arya Perdana menyatakan bahwa dua saksi telah diperiksa, yaitu dokter klinik dan suami pemilik klinik kecantikan.

Berdasarkan keterangan dokter klinik, korban tewas karena pembuluh darah pecah saat prosedur sedot lemak.

"Satu dokter dan dua perawat menyatakan bahwa pembuluh darah korban pecah, sehingga mengakibatkan korban harus dirawat intensif dan akhirnya meninggal dunia," ujar Arya.

Keterangan dari dokter klinik tersebut akan diselidiki lebih lanjut sambil menunggu hasil autopsi dari pihak rumah sakit.

"Apakah kematian korban disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah atau faktor lain, kita belum tahu. Karena itu hanya dokter yang bisa menjelaskan," tambahnya.

Arya juga menegaskan bahwa korban menjalani prosedur sedot lemak pada bagian lengan kiri dan kanannya.

"Dokter tersebut memang memiliki sertifikasi untuk tindakan ini. Apakah dia benar-benar ahli di bidang ini, akan kita dalami dan periksa secara resmi," tutup Kombes Arya Perdana. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#depok #malapraktik #dokter wsj clinic