SOLOBALAPAN.COM - Kasus pembunuhan terhadap Vina Cirebon yang juga mengorbankan Eky kekasihnya hingga saat ini belum menemukan titik terang.
Selain sejumlah terpidana yang mengaku jadi korban salah tangkap di kasus pembunuhan Vina Cirebon, publik kini menyoroti Iptu Rudiana yang merupakan ayah Eky.
Dinilai cawe-cawe di sejumlah terpidana yang mengaku jadi korban salah tangkap, Iptu Rudiana lantas dituding sebagai sutradara di balik kasus pembunuhan Vina Cirebon.
Bahkan muncul pula tudingan yang menyebutkan bahwa sebenarnya selama ini Eky anak Iptu Rudiana yang disebut menjadi korban di kasus pembunuhan Vina Cirebon sebenarnya masih dalam keadaan hidup.
Terkait tudingan tersebut, orang dekat Eky anak Iptu Rudiana tegas memberi jawaban.
Fransiskus yang merupakan teman dekat Eky mencoba meluruskan tudingan tersebut.
Dikutip SoloBalapan.com dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Sabtu, 27 Juli 2024, Fransiskus menegaskan bahwa kabar Eky turut menjadi korban pembunuhan Vina Cirebon benar adanya.
Fransiskus mengaku bahwa ia dan Eky punya hubungan dekat semasa anak Iptu Rudiana itu hidup.
Ia dan korban kasus Vina Cirebon itu sering menghabiskan waktunya dengan nongkrong di Warung sekitar SMA 4 atau yang biasa dijuluki dengan Warpat.
Ditanya Dedi Mulyadi soal rumor Eky masih hidup, Fransiskus mengatakan bahwa ia menjadi saksi meninggalnya anak Iptu Rudiana itu.
"Nggak lah. Saya ngeliat langsung dimandiin jenazahnya," kata Fransiskus.
Fransiskus lantas menegaskan bahwa rumor yang beredar tentang temannya itu tak dapat dibuktikan.
"Kan dibuat cerita kalau dibuat pemeran pengganti, naik motor, dia dihajar oleh segerombolan narkoba. Sehingga Ekynya selamat, yang pemeran pengganti Eki meninggal, kamu percaya nggak?" tanya Dedi Mulyadi.
"Saya melihat langsung di ruang mayat, bener-bener lihat almarhum kok, dimandiin bener Eky," tegas Fransiskus membantah tudingan yang beredar.
Lebih lanjut, Fransiskus mengatakan bahwa isu yang liar berkembang soal Eky teman dekatnya itu hanyalah kebohongan.
“Salah itu, salah besar,” pungkasnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya