SOLOBALAPAN.COM - Argyan, salah satu predator seksual yang dengan teganya merudapaksa (KL) kekasihnya sendiri hingga meninggal dunia.
Saat itu, Argyan dan korban baru saja menjalin hubungan asmara selama dua minggu dan mereka tidak pernah bertemu sebelumnya.
Suatu ketika di hari Kamis (18/1) Argyan meminta korban untuk datang ke rumahnya di Depok. Rumah tersebut merupakan kontrakan yang baru ditempat selama 1.5 bulan.
Berdalih hendak mengajak korban ngopi, akhirnya korban menyetujui dan datang ke rumah lelaki sadis ini.
Saat itu kondisi rumah tengah sepi karena Ibu Argyan sedang bekerja di sebuah Mall. Pelaku langsung menutup pintu dan menguncinya rapat-rapat.
Mulanya korban tidak menaruh curiga sedikitpun, mereka ngobrol layaknya seorang kekasih, hingga Argyan meminta korban untuk berhubungan badan dengannya.
Korban menolak ajakan tersebut, setelah itu Ia pergi ke kamar mandi. Kesempatan inilah yang p[elaku manfaatkan untuk melancarkan aksinya.
Setelah keluar dari kamar mandi, korban di dekap oleh pelaku namun Ia selalu memberontak dan berusaha melepaskan dekapan Argyan.
Dengan cepat pelaku langsung membawa korban ke kamar, lalu berusaha untuk melucuti pakaiannya.
Itu semua tidak mudah hingga korban berteriak dan memberontak saat pelaku hendak merudapaksa dirinya.
Argyan dengan kejamnya membanting tubuh korban dan mencekik lehernya hingga korban susah bernafas.
Dengan kondisi yang sudah lemas, korban di lucuti pakaiannya dan dirudapaksa oleh pelaku hingga korban kesulitan bernafas.
Setelah puas melancarkan aksinya, pelaku mengembalikan seluruh pakaian yang dikenakan korban.
Saat itu kosban masih bernafas dan belum meninggal dunia, namun pada akhirnya (KL) meninggal dunia usai kehabisan oksigen.
Dalam kondisi demikian, Argyan malah mengambil seluruh harta benda korban dan membawanya untuk melarikan diri ke Pekalongan.
Korban ditemukan oleh pihak kepolisian saat melarikan diri ke rumah neneknya yang berada di Pekalongan beberapa hari setelah kejadian tersebut di bulan januari 2024. (nda)
Editor : Nindia Aprilia