SOLOBALAPAN.COM - Aris Tokra Tomasoa, putra sulung dari pasangan lansia Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dalam rumahnya baru-baru ini akhirnya muncul ke hadapan publik.
Aris Tokra mengakui jika dirinya bersalah lantaran tak menjenguk orang tuanya yang kerap disapa dengan Opa Hans dan Oma Rita tersebut.
Akan tetapi, Aris Tokra membantah tudingan jika dirinya menelantarkan kedua orang tuanya itu hingga akhirnya Opa Hans dan Oma Rita ditemukan membusuk di dalam kamarnya.
Aris Tokra justru mengingat kembali perannya dalam mengurus kedua orang tuanya itu.
Menurut Aris Tokra, Oma Rita sudah mengalami strok sejak 2012 lalu.
Aris kemudian mengaku jika dirinyalah yang merawat sang ibu hingga akhirnya bisa pulih.
"Saya rawat terus di rumah Duren Sawit, dan selama saya rawat itu bisa jalan lagi, bisa beraktivitas sendiri," kata Aris dalam konferensi persnya bersama tim pengacara.
Tinggal satu atap dengan Opa Hans dan Oma Rita, Aris mengatakan bahwa saat itu waktunya dipenuhi dengan merawat sang ibu yang sedang sakit.
"Waktu itu emang benar-benar saya full atensi saya ke ibu saya, karena saya waktu itu juga udah nggak kerja di kapal lagi," lanjutnya.
Opa Hans, menurut penuturan Aris, saat itu masih aktif bekerja.
Opa Hans diketahui merupakan seorang tenaga pengajar di sebuah kampus.
Meski mengingat jasanya kepada sang ibu itu, namun Aris mengakui kesalahannya tak berkomunikasi dengan orang tuanya.
Bahkan dikatakannya bahwa ia terakhir kali menghubungi Opa Hans dan Oma Rita sekitar 2 tahun lalu.
"Terakhir itu waktu saya antar ibu saya ke rumah sakit sekitar tahun 2022, itu nganter ke rumah sakit biasa rutin check up, yang nganter kan biasanya saya," ujar Airs.
Walaupun tak berkomunikasi dengan Opa Hans dan Oma Rita dalam rentang waktu yang lama, Aris membantah jika dirinya disebut menelantarkan kedua orang tuanya itu.
"Anak-anak mendiang yang telah menelantarkan mendiang, itu pada faktanya tidak benar," ucap pengacara Aris, Andreas Sapta Finady dilansir dari akun TikTok @storywartawanhiburan, Minggu, 21 Juli 2024.(lz)
Editor : Laila Zakiya