SOLOBALAPAN.COM - Video detik-detik Yitta Dali Wassink, atau yang akrab disapa Papa Dali, dikremasi menjadi viral di media sosial.
Dalam video yang tersebar luas, terlihat Jennifer Coppen, istri Papa Dali, yang tak sanggup menahan tangisnya atas kehilangan yang begitu besar baginya.
Hadir juga dalam video tersebut adalah Kamari Sky Wassink, putri dari Jennifer Coppen dan Papa Dali.
Momen terakhir Jennifer Coppen dan Kamari Sky Wassink melihat jasad Dali Wassink telah terekam dan tersebar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat peti jenazah Papa Dali yang berwarna putih, sejajar dengan rangkaian bunga yang menghiasi rumah duka.
Jennifer Coppen terlihat duduk bersama orang tua Papa Dali di satu sisi, sementara Kamari, yang digendong oleh anggota keluarga lain, berada di sisi lainnya.
Suara tangisan Jennifer Coppen yang penuh kesedihan terdengar jelas dalam video tersebut, mengekspresikan rasa kehilangan yang mendalam atas suaminya.
Sementara itu, sang ibu yang berada di sampingnya mencoba memberikan dukungan kepada Jennifer Coppen.
Kamari, yang melihat ayahnya berada di dalam peti jenazah, mengetuk-ngetuk penutup peti tersebut.
"Dali, dali, dali," kata bayi lucu yang belum sepenuhnya mengerti situasi tersebut.
Jennifer Coppen, yang berada di sisi seberang, kemudian menggenggam tangan anaknya itu.
Di unggahan lainnya, terlihat momen peti jenazah Dali Wassink yang akan dikremasi.
Peti berwarna putih dengan karangan bunga di atasnya diangkat oleh beberapa pria, kemudian didorong ke dalam tungku kremasi.
Prosesi pemakaman Dali Wassink dihadiri oleh sejumlah kerabat, termasuk selebgram Hanum Mega, yang juga merupakan teman dekat Jennifer Coppen.
Sebelumnya, Dali Wassink dikabarkan meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di Jalan Sunset Road, Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali pada Kamis, 18 Juli 2024 dini hari.
Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Dali Wassink tidak dapat tertolong setelah mengalami benturan keras dalam kecelakaan tersebut.
Berkat kejadian tersebut, netizen dibuat menangis seharian lantaran Papa Dali dikenal sebagai orang yang sangat menyayangi keluarganya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo