SOLOBALAPAN.COM - Setelah Pegi Setiawan batal menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon, sejumlah petugas polisi yang sempat terlibat pun jadi sorotan, termasuk sosok Iptu Rudiana.
Bahkan munculnya Iptu Rudiana dalam kasus Vina Cirebon di masa lalu jadi sorotan oleh Eks Wakapolri.
Komjen Pol (Purn) Oegroseno, eks Wakapolri mengatakan bahwa ada kejanggalan dalam video lawas Iptu Rudiana.
Diketahui, Iptu Rudiana memang sempat muncul tak lama setelah film Vina: Sebelum 7 Hari muncul.
Dalam kemunculannya itu, Iptu Rudiana mengaku masih berduka lantaran Eky anaknya juga menjadi korban dalam kasus pembunuhan tersebut.
Bahkan Iptu Rudiana juga sempat menunjukkan tangisannya kemudian ditenangkan oleh rekan polisi lain.
Saat itu, Iptu Rudiana kemudian juga meminta agar kasus pembunuhan Vina Cirebon yang menewaskan putranya tak lagi diungkit.
Oegroseno kemudian mengatakan bahwa video kemunculan Iptu Rudiana itu menyimpan fakta terkait kasus pembunuhan Vina Cirebon.
Eks Wakapolri itu menyoroti di menit awal video kemunculan Iptu Rudiana.
"Ya dibuka saja rekaman orang tuanya Eky pertama kali di video bicara apa. Itu ajalah. Ada rekamannya di situ ya, dari awal saya juga bisa meyakinkan ada ketakutan apa ini bapak," ucap Oegroseno dalam wawancaranya, dikutip pada Senin, 15 Juli 2024.
Menurutnya, dirasa aneh jika kasus pembunuhan yang menewaskan putranya justru diminta untuk dihentikan penyelidikannya.
Apalagi kasus tersebut masih menyimpan banyak tanda tanya, termasuk soal siapa pelaku utama pembunuhan tersebut.
Selain itu, Iptu Rudiana ternyata ketahuan punya andil dalam menjebloskan para terpidana kasus Vina Cirebon ke polisi, meski sekarang para terpidana mengaku jadi korban salah tangkap.
Eks Wakapolri itu kemudian mengaku punya sedikit keyakinan soal keterlibatan kasus narkotika dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon tersebut.
Jikapun bukan soal narkotika, menurut Oegroseno, kasus pembunuhan Vina Cirebon itu punya kaitan dengan kasus lain, seperti kenakalan remaja atau geng motor.
"Karena ini terlalu sadis kalau dilihat pembunuhannya, kalau dendam biasa karena cinta mungkin ditempeleng sekali selesai, gitu aja ya. Nggak sampai dibunuh sampai berdarah-darah seperti itu," sambungnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya