SOLOBALAPAN.COM - Rudi, ayah Pegi Setiawan yang sempat menyandang status tersangka kasus pembunuhan Vina Cirebon mengungkapkan cerita soal tato bintang yang pernah dimiliki anaknya itu.
Diketahui, PN Bandung mengabulkan permohonan gugatan praperadilan yang diajukan Pegi Setiawan lewat kuasa hukumnya.
Dengan dikabulkannya permohonan tersebut, Pegi Setiawan kemudian diminta untuk tak lagi ditetapkan sebagai tersangka kasus Vina Cirebon.
Dalam sidang praperadilan, tato berbentuk bintang milik Pegi Setiawan pernah jadi sorotan.
Bahkan menurut saksi yang diajukan oleh Polda Jabar, saksi mengaku mengenali tato bintang tersebut.
Hal itu yang kemudian menyebabkan Polda Jabar kekeh menyebut Pegi Setiawan sebagai tersangka kasus Vina Cirebon.
Rudi ayah Pegi Setiawan pun membeberkan kisah di balik tato bintang milik anaknya itu.
Dikatakan Rudi, tato tersebut dibuat oleh Pegi Setiawan pada 28 Agustus 2016, setelah kasus pembunuhan Vina Cirebon terjadi.
Saat itu posisi Pegi Setiawan sedang berada di Bandung dan sedang mengerjakan sebuah proyek pembangunan rumah.
Malam hari, Pegi Setiawan pamit untuk pergi ke kota bersama temannya.
"Sama temannya namanya Rian," kata Rudi, dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi, Senin, 8 Juli 2024.
Selepas maghrib, Pegi dan Rian kemudian pergi setelah pamit hendak membeli baju.
Rian sendiri diketahui merupakan pria yang berasal dari Garut, dan kini tinggal di kawasan Limbangan bersama dengan istrinya.
Saat itu, keduanya tertarik dengan lapak tato. Mereka menduga bahwa tato tersebut temporer atau bisa dihilangkan.
Bahkan Rudi juga menerangkan jika anaknya dipaksa membayar Rp500 ribu, setelah pada awalnya mengetahui harga jasa pembuatan tato yang hanya Rp150 ribu.
Pegi Setiawan kemudian membuat gambar bintang untuk tato miliknya.
Tato berukuran kecil itu dibuat di tangan kanannya.
Namun tato tersebut tak bertahan lama di tubuh Pegi Setiawan.
"Dihapus tanggal 30 nya karena ibunya marah," kata Rudi.
Rudi yang saat itu melihat tato milik Pegi Setiawan kemudian merekam tubuh anaknya itu.
Ia lantas mengirimkan hasil rekamannya ke sang istri atau ibu Pegi Setiawan.
"Dibilangin tuh tangan anaknya ditatoin kenapa itu," ujar Rudi.
Saat itu ibu Pegi Setiawan langsung murka dengan ulah sang anak.
"Jangan ditatoin kayak anak nakal aja, nanti enggak bisa salat, enggak boleh salat kalau ada tatonya," sambungnya.
Hingga akhirnya, Pegi Setiawan memutuskan untuk menghilangkan tatonya setelah mendapat saran dari tukang genteng kenalan ayahnya.
Pegi Setiawan menghilangkan tatonya itu dengan menggunakan sebuah obat yang disebut dengan PK.
Rudi yang merupakan ayah Pegi Setiawan menegaskan jika keputusan Pegi Setiawan untuk menghilangkan tato tersebut bukan karena ingin menghindar dari kasus pembunuhan Vina Cirebon. (lz)
Editor : Laila Zakiya