SOLOBALAPAN.COM - Aditya, rekan Afif Maulana yang juga menjadi sosok terakhir yang bersama korban sebelum ditemukan meninggal dunia akhirnya angkat bicara.
Diketahui, kasus ditemukannya Afif Maulana dalam keadaan tewas di Jembatan Kuranji cukup dirasa ganjil bagi sejumlah pihak, termasuk keluarga.
Keluarga merasa aneh dengan hasil otopsi Afif Maulana yang seolah tak menunjukkan jika bocah berusia 13 tahun itu 'hanya' tenggelam.
Aditya, rekan korban yang terakhir kali bersama dengan Afif Maula kemudian memberikan keterangannya.
Menurut Aditya, pada saat malam kejadian dirinya dan Afif Maulana memang sedang berboncengan menggunakan sepeda motor.
Polisi saat itu mendekatinya lantaran hendak mencegah para kelompok remaja yang saat itu hendak melakukan aksi tawuran.
Ketika sudah berada dekat dengan motor yang dikendarai Afif Maulana dan Aditya, polisi tersebut langsung menendang motor tersebut.
Hingga akhirnya Aditya dan Afif Maulana pun terjatuh dari kendaraan yang ditumpanginya.
"Polisi ini langsung dekat Adit, itu ditendang motor Adit. Terguling lah sama si Afif," kata Aditya saat ditemui di rumahnya, seperti dikutip pada Minggi, 7 Juli 2024.
Aditya menerangakan bahwa pada saat itu ia dan rekannya jatuh dekat dengan trotoar.
Afif Maulana, dikatakan Adit, sempat mengajak rekannya itu untuk melompat ke bawah Jembatan Kuranji.
Namun ajakan tersebut langsung ditolak oleh Aditya.
"Afif ini ngomong sama Adit, 'Bang melompat kita, bang', 'Nggak deh, abang menyerahkan diri aja, jangan melompat ya dik'," jelasnya.
Keduanya kemudian terpisah setelah Aditya dibawa ke kantor polisi.
Terkait pengakuan yang menyatakan bahwa Aditya sempat melihat Afif Maulana dikerubungi polisi, ia mengatakan bahwa keterangan tersebut tak benar adanya.
Namun memang pada saat dirinya digiring ke kantor polisi, Afif Maulana tak ikut serta.
"Diamankan berenam, tidak ada Afif. Afif cuma ngomong di jembatan aja," ungkap Aditya.
"Itu informasi (Afif dikerubungi polisi -red) tidak benar. Tidak ada sama sekali," tuturnya.
Diketahui, jasad Afif Maulana ditemukan hanyut di Jembatan Kuranji pada 9 Juni 2024 lalu.
Jasad bocah tersebut ditemukan dalam keadaan penuh luka dan darah di sekujur tubuhnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya