SOLOBALAPAN.COM - Sebanyak 34 orang nasabah disebut menjadi korban influencer saham berinisial ARR yang diduga merupakan Ahmad Rafif Raya.
Influencer saham tersebut disebut gagal dalam melakukan pengelolaan dana sebesar Rp71 miliar.
Ke-34 orang nasabah yang kemudian disebut sebagai korban itu diketahui menitipkan dananya kepada ARR, yang dikenal sebagai manajer investasi sekaligus influencer saham.
Dari kerugian fantastis tersebut, terungkap bahwa para member menitipkan dana untuk dikelola oleh ARR dengan nominal yang bervariasi.
Angka paling kecil yang diinvestasikan oleh nasabah kepada ARR adalah Rp135 juta.
Sementara terbesar, ARR menerima dana untuk dikelola sebesar Rp10 miliar.
ARR memang dikenal sudah debut menjadi seorang broker saham sejak tahun 2017 silam.
Dalam laman pribadinya, ARR mencatatkan profesi sebagai Wakil Perantara Pedagang Efek Pemasaran (WPPE-P) yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.
Ia kemudian mencatatkan diri sebagai Wakil Manajer Investasi (WMI) dengan lisensi yang diterbitkan oleh OJK sejak Juli 2020 lalu.
Dalam menjalankan aksinya, ARR disebut berani memberikan iming-iming imbal balik atau return dengan angka yang cukup tinggi untuk memasarkan jasanya.
Disebutkan bahwa para nasabah diiming-imingi hasil 40 persen dari angka investasinya untuk setiap tahun.
Atas gegernya kabar dugaan gagalnya pengelolaan dana investasi tersebut, akun Instagram Waktunya Beli Saham yang dikelola ARR pun berubah menjadi mode privat.
Namun ARR diketahui tak kabur meski sudah dikabarkan gagal melakukan pengelolaan dana.
Muncul sebuah surat pernyataan yang ditandatangani oleh ARR, yang menunjukkan kesiapannya untuk menanggung kerugian tersebut dan menganggapnya sebagai utang. (lz)
Editor : Laila Zakiya