SOLOBALAPAN.COM - Publik kini tengah menyoroti perihal sistem Pusat Data Nasional atau PDN yang berhasil diretas oleh hacker.
Sudah berhari-hari tak bisa diakses karena ulah hacker, pemerintah akhirnya pasrah data negara tak bisa kembali.
Selain server PDN yang diretas, belakangan muncul pula kasus Harun Masiku.
Sekian lama buron, Harun Masiku tak jua berhasil ditangkap oleh KPK.
Sama seperti kasus PDN yang jebol, pemerintah juga memilih untuk pasrah dengan Harun Masiku.
Bahkan, KPK selaku pihak yang menangani kasus Harun Masiku hanya bisa meminta sang buron untuk menyerahkan dirinya.
Permintaan tersebut dianggap lucu bagi sebagian warganet.
Bahkan pemerintah dinilai tak becus menangani kedua perkara tersebut, yakni kasus PDN yang jebol dan Harun Masiku yang masih saja buron.
Apalagi, pemerintah juga meminta hacker yang menyerang server PDN untuk lagi menyerang.
'Waahh mantap pejabat kita skrg ya
Buronan Harun Masiku ga ketangkap² cukup dihimbau untuk tidak lari dan menyerahkan diri oleh
@KPK_RI
Data diretas cukup bilang sama hacker tolong jangan retas.. Mantap kan Pejabat negeriku,' tulis akun X @dhemit_is_back, dilansir pada Kamis, 27 Juni 2024.
Soal server PDN yang masih saja down hingga saat ini, akun tersebut dengan tegas mengatakan jika Kominfo tak melakukan tugasnya dengan baik.
Bahkan, Budi Arie Setiadi yang menjabat sebagai Kominfo diminta untuk mundur dari jabatannya.
'Udaaah Gitu doang??
Mantap banget Brati negara kalah sama Hacker,Pak Jokowi Kominfo bubarkan ga ada guna Udah 2x dipecundangi hacker dana aja yg minta tambah tp kerja Nol besar,paling² blokir yg kritisi..
Cat Warrior sepakat ga kita buat petisi pecat si budi,' sambungnya.
Unggahan tersebut lantas membuat geram sejumlah pihak yang merasa serupa.
'Beginilah kalau milih menteri bukan dari skillnya tapi hanya karena balas budi,' tulis akun X @/NK***********ti.
'ibarat nyuruh bocah tk ngurus keamanan komplek,buat aja petisinya min,' komentar @/co******ee.
'Dasar g*bl*k lo @kemkominfo!
Percuma rakyat ngegaji lo orang klo kagak bisa lindungin data kami.
Apa perlu gw an*ing anj**gin si budi.' tambah @/M2********ng. (LZ)