SOLOBALAPAN.COM - Seorang siswa disabilitas menjadi korban perundungan atau bully di Sulawesi Selatan.
Diketahui, aksi perundungan terhadap siswa disabilitas itu berlangsung di SMPN 4 Makassar.
Namun Kepala Sekolah SMPN 4 Makassar menolak jika aksi tersebut dikatakan sebagai pembullyan.
Husain Hatta selaku Kepala Sekolah atau Kepsek SMPN 4 Makassar menuturkan jika dirinya enggan kasus siswa disabilitas itu disebut sebagai perundungan.
“Perlu saya sampaikan kalau kita runtut dari awal ini sebenarnya bukan bully,” kata sang kepala sekolah, dikutip dari X @/bacottetangga.
Bukannya membela, Husain malah seolah mewajarkan aksi para siswa kepada siswa disabilitasnya itu.
Dikatakan Husain, apa yang dilakukan para siswa kepada sosok disabiltas itu hanyalah sebuah candaan anak-anak semata.
“Sebenernya ini yang korban adalah anak yang suka melucu di sekolah dan selalu menjadi sasaran ejekan, dijahili,” kata Husain.
“Bahkan saat sementara jalan temannya angkat dari belakang, segala macam,” tambahnya.
Husain dan pihak SMPN 4 Makassar juga tak menanggapi kasus tersebut secara serius.
Apalagi sang korban yang merupakan siswa disabilitas kemudian tak melaporkan aksi tersebut ke pihak sekolah.
“Sementara yang bersangkutan tidak pernah melapor dia dibully. Karena dia anggap hal itu biasa di sekolah,” ungkap Husain.
Sebelumnya, media sosial digegerkan dengan video perundungan terhadap seorang siswa difabel di lingkungan SMPN 4 Makassar.
Dalam video berdurasi 11 detik yang viral seorang siswa difabel mendapatkan perindungan secara verbal dan fisik.
Padahal menurut keluarga korban yang diketahui berinisial HD, siswa difabel itu setiap harinya mendapat perundungan diduga dari kakak kelasnya.
"Awal masuk selalu dibully, dimintai uang. Kan jajannya lima ribu. Kalau habis dihantam lagi. Banyak yang bully. Dalam video itu sekitar 6 orang. Tapi banyak yang lain-lain juga suka pukul dan tidak terekam video. Teman sekelasnya, seniornya," kata Herman, sepupu korban.
Kini, siswa difabel itupun merasa trauma dan tak ingin lagi melanjutkan pendidikan di SMPN 4 Makassar. (LZ)
Editor : Laila Zakiya