SOLOBALAPAN.COM - Baru-baru ini, pihak kepolisian melakukan razia di kawasan Sukolilo, Pati.
Razia tersebut dilakukan sebagai buntut dari kasus pengeroyokan yang berujung tewasnya seorang bos rental mobil di kawasan Sukolilo.
Dari razia tersebut, polisi berhasil mengangkut puluhan kendaraan roda dua dan roda empat.
Padahal misi utama polisi bukannya untuk membawa deretan kendaraan 'pedotan (putusan -red) atau tanpa dokumen tersebut.
Mulanya, tim polisi yang dibentuk dari anggota gabungan Polda Jateng, Polres Pati dan Polsek Sukolilo itu hendak menemukan pelaku pengeroyokan bos rental yang sebelumnya jadi sorotan.
"Kita hari ini telah melaksanakan kegiatan pengejaran terhadap beberapa pelaku pengeroyokan yang ada di kecamatan Sukolilo," kata AKBP Helmy Tamaela, dikutip dari tayangan YouTube tvOneNews.
Tak menemukan sasaran utamanya, polisi kemudian melakukan pendekatan ke keluarga.
Diduga sudah melarikan diri, para pelaku pengeroyokan diminta untuk segera mengakui kesalahannya.
"Dalam waktu satu minggu, mudah-mudahan para pelaku dapat menyerahkan diri," sambungnya.
Sembari melakukan pengejaran pelaku pengeroyokan bos rental di Sukolilo, pihak kepolisian juga mengangkut puluhan kendaraan pedotan atau bodong.
"Kebanyakan yang kami amankan dari kendaraan tersebut tidak memiliki dokumen yang resmi," ujar Helmy Tamaela.
Kendaraan bodong itu nantinya akan diperiksa oleh pihak terkait soal kepemilikan dan asal muasalnya.
Dari razia tersebut, pihak kepolisian berhasil membawa 33 motor dan 6 mobil.
Diterangkan oleh pihak kepolisian, ada satu rumah yang memiliki jumlah kendaraan bodong terbanyak.
”Di rumah seorang warga Sukolilo yang jualan motor pedotan (bodong) kami mengangkut 23 motor dan dua mobil,” ungkap Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan. (LZ)
Editor : Laila Zakiya