SOLOBALAPAN.COM - Kasus tewasnya seorang pemilik rental mobil yang hendak mengambil moil miliknya di Sukolilo Pati rupanya belum juga usai.
Tak hanya menjadi korban, BH (52) pemilik rental mobil yang tewas dalam kejadian di Sukolilo Pati itu rupanya diketahui sebagai seorang residivis.
BH yang sebelumnya dikabarkan hendak mengambil mobil miliknya yang tak dikembalikan, digadang-gadang juga terlibat dalam jaringan mafia mobil leasing.
Tudingan tersebut muncul dari akun hacker dengan nama Instagram @/voltcyber_v2.
Akun tersebut mengaku sudah menyelidiki soal BH yang tewas dikeroyok warga ketika berada di Sukolilo, Pati.
Menurut keterangan akun tersebut, BH diduga memalsukan identitasnya di mobil yang hendak diambilnya pada saat kejadian tersebut.
'Aing sudah mendalami dan profiling data NIK yang tertera di dalam surat tersebut, ternyata data NIK dan nomor telepon yang di akui sebagai pemilik unit mobil tidak sinkron.' tulis akun tersebut.
Bukan BH, mobil tersebut diketahui didaftarkan dengan NIK lain.
Ketika dihubungi, pemilik NIK yang tertera mengaku tak pernah menyewa maupun memiliki mobil berwarna putih tersebut.
Namun, pemilik NIK itu mengatakan bahwa dompetnya pernah dijambret beberapa waktu lalu.
Dalam dompet tersebut, terdapat KTP dengan NIK sesuai dengan yang terdaftar di mobil yang diakui oleh BH.
'Jadi bisa dipastikan ini modus penipuan, nomor yang dicantumkan juga bukan nomor dari atas nama yang dicantumkan oleh BURHANIS.' sambungnya.
Akun hacker tersebut lantas menuding bila BH yang dikabarkan tewas di Sukolilo Pati itu juga punya rekam jejak yang buruk.
'Jadi aing bisa katakan modus yang dipakai korban untuk menipu ini adalah dengan modus residivis berkedok leasing, jual lalu tarik kembali dan uang hangus.' ungkap akun tersebut di unggahannya.
Diduga pula, aksi BH yang hendak mengambil mobil yang diakui miliknya itu adalah salah satu bentuk kejahatan yang dilakukannya terkait jaringan mafia mobil rental.
'Jadi komplotan BURHANIS ini menjual mobil tanpa BPKB atau kredit macet ke korbannya lalu komplotan BURHANIS ini mengambil lagi unit yang sudah dia jual ke korban dengan cara ambil diam² maupun paksa dengan alasan mobil rental yang diperjualbelikan padahal tempat rental mobil yang tertera diatas tidak ada alias bodong.' tukasnya.
Meski demikian, fakta di balik kasus tersebut masih menjadi tanda tanya.
Pihak kepolisian Pati pun diminta melakukan penyelidikan lebih dalam terkait kasus pengeroyokan BH dan kawan-kawannya di Sukolilo Pati. (LZ)
Editor : Laila Zakiya