SOLOBALAPAN.COM - Sebelumnya, saksi mengungkapkan bahwa Syahrul Yasin Limpo atau SYL sempat menggunakan uang puluhan juta dari Kementan untuk pergi ke klinik kecantikan.
Anak SYL, Indira Chunda Thita juga disebut ikut menikmati layanan klinik kecantikan tersebut dengan menggunakan uang dari Kementan.
Selain klinik kecantikan, Thita yang saat itu dihadirkan sebagai saksi juga disebut menerima sebuah jaket dengan nominal fantastis dari SYL.
Ketika giliran SYL berbicara, eks Mentan itu menerangkan bila dirinya memang membelikan putrinya sebuah jaket.
Namun ia tak menggunakan dana dari Kementan untuk membayar jaket tersebut.
"Tetapi harus mempertegas bahwa pembelian jaket itu saya kasih credit card saya sama panji," kata SYL, dilansir dari YouTube Kompas TV.
Ia tak mengira jika Thita tak menyaksikan saat dirinya membayar jaket yang dibelikannya itu.
"Saya kira Thita lihat, waktu saya belikan dia di Plaza Senayan," sambungnya.
Dikatakan SYL, ia membelikan Thita jaket Rp45 juta itu di tahun 2023 lalu.
Sementara itu terkait klinik kecantikan, SYL mengakui jika dirinya memang pergi ke klinik kecantikan ditemani Thita.
Namun kepentingannya pergi ke klinik kecantikan itu bukan untuk merawat wajahnya.
"Dokter yang merawat saya waktu penyakit kulit itu adalah Dokter Ruby, itu ahli kulit dan kelamin," ucap SYL.
Dijelaskan SYL, ia memiliki masalah kesehatan yang membuatnya harus pergi ke spesialis kulit dan kelamin.
"Saya alergi tahunan dan tidak bisa sembuh," ujar SYL.
"Oleh karena itu ada mesin baru yang dipakai untuk merangsang syaraf sentral di otak, itu yang dipakaikan pada saya," tambahnya.
Mengonfirmasi bahwa benar uang yang dibayarkan saat pergi ke klinik kecantikan itu sebesar Rp30 juta, SYL menegaskan bila dana yang digunakannya bukan berasal dari Kementan.
"Itupun waktu selesai, karena itu di lantai 2 saya bersama Thita, itu saya kasih credit card kepada Panji memang," pungkasnya.
Sementara itu dalam keterangannya, Thita membantah tudingan jika dirinya dibiayai Kementan saat melakukan perawatan wajah.
Thita anak SYL itu juga membantah menerima dana Rp200 juta untuk melakukan perawatan stem cell. (LZ)