SOLOBALAPAN.COM - R, bocah baju biru di video viral asusila yang dilakukan oleh ibu kandungnya, Raihany atau Hanny rupanya mengalami dampak psikologis.
Gara-gara kelakuan bejat sang ibu, bocah baju biru yang ternyata merupakan anak kandung Hanny itu kini mengalami sejumlah perubahan.
Perubahan bocah baju biru yang rupanya merupakan anak Hanny itu dibeberkan oleh salah seorang anggota keluarga.
Salah seorang wanita yang merupakan anggota keluarga Hanny menerangkan bahwa R, bocah baju biru dalam video asusila yang viral itu mengalami perubahan dalam hal fisik maupun psikis.
Dikatakan wanita itu, R si bocah baju biru yang viral menunjukkan perubahan sikap saat berjumpa dengan wanita.
Masih berusia belia, R dikatakan bersikap layaknya orang dewasa ketika melihat wanita.
Ia akan menunjukkan ketertarikannya ketika melihat seorang wanita berada di sekitarnya.
"Sering ngusel-ngusel gitu sama temanya kapan lihat cewek, kita juga kaget ini anak kenapa gitu, apalagi anak kecil kan nggak biasa gitu sama orang," kata wanita tersebut, dikutip dari Instagram @kulu_kilo_.
Sementara itu, pihak kepolisian juga menyoroti perihal kondisi psikologis bocah baju biru setelah Hanny ditangkap oleh pihak berwajib.
Meskipun dikatakan normal, pihak kepolisian akan mendampingi bocah baju biru itu dalam hal psikologis.
"Langkah pertama adalah berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk pendampingan terhadap anak dan upaya pendekatan serta pemulihan trauma psikis korban," ucap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak dalam keterangannya.
Sementara itu, keluarga juga mengungkapkan jika Hanny menunjukkan sejumlah perubahan sikap dalam kurun waktu belakangan.
"Dia udah jarang ngomong, penampilan seperti orang sedih, dan sepertinya drop banget kayak nggak semagat gitu," ungkap wanita tersebut.
Pihak kepolisian lantas menggandeng tim Dinas Sosial untuk memulihkan kondisi psikologis baik terhadap bocah baju biru yang merupakan korban serta Hanny yang ternyata adalah ibu kandung dari bocah tersebut.
"Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DKI Jakarta untuk pemulihan psikologis/ trauma psikis anak yang menjadi korban," kata Ade Safri.
Dibeberkan sebelumnya, Hanny nekat melakukan aksi bejatnya menyetubuhi sang anak baju biru hingga viral di media sosial karena persoalan ekonomi.
Dijanjikan uang puluhan juta, Hanny yang saat itu diminta melakukan rekaman video dengan suaminya malah merekamnya dengan mengorbankan sang anak karena suaminya sedang tak berada di rumah.
Video viral asusila bocah baju biru itu lantas bocor di internet dan membuat sosok Hanny diburu dan dikecam atak tindakan tak senonohnya itu. (LZ)
Editor : Laila Zakiya