Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

ASN Tewas Usai Pasang Filler Payudara di Jogja, Salon Baru Pertama Lakukan Praktik hingga Pasien Kejang di Suntikan Kedua

Laila Zakiya • Jumat, 31 Mei 2024 | 02:22 WIB
Ilustrasi suntikan - ASN tewas usai lakukan prosedur filler payudara di Jogja.
Ilustrasi suntikan - ASN tewas usai lakukan prosedur filler payudara di Jogja.

SOLOBALAPAN.COM - PK (27) seorang Aparatur Sipil Negara atau ASN dikabarkan tewas usai melakukan filler payudara.

Dari kasus sang ASN, terungkap bahwa rupanya salon yang melayani filler payudara PK baru pertama kali melakukan praktik untuk layanan tersebut.

Detik-detik tewasnya PK saat melakukan prosedur filler payudara itupun terungkap.

Diketahui, salon tempat PK melakukan filler payudara berada di wilayah Tambakbayan, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta.

Sang ASN mendatangi salon tersebut pada Jumat, 24 Mei 2024.

Mulanya, PK ingin berkonsultasi mengenai prosedur suntik silikon payudara dengan cara filler.

Meskipun belum pernah melakukan hal tersebut, namun sang salon dianggap ceroboh lantaran menyanggupinya.

Pihak salon lantas membuat janji pada 25 Mei. Kedua belah pihak meyakini bahwa dosis 500 cc akan diberikan untuk filler payudara saat itu.

Pada saat hari kejadian, PK mulanya diberikan suntikan 100 cc.

Saat itu, korban masih dalam keadaan normal.

Sayangnya, keadaan berubah ketika PK mendapatkan suntikan kedua.

Baca Juga: Inisial B Disebut-sebut Jadi Dalang Kasus Korupsi Timah Rp271 T, Sosok Ini Langsung Jadi Sorotan

Ketika suntikan tersebut sudah masuk ke tubuhnya, PK lantas mengalami kejang-kejang.

"Kemudian disuntik 100 cc kedua barukejang-kejang. (Meninggal) di lokasi," kata Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Riski Adrian.

Sebanyak dua orang tersangka kemudian ditangkap atas kejadian tersebut.

Karyawan salon menjadi salah satu yang ditetapkan sebagai tersangka.

Karyawan itu, menurut pihak kepolisian, mengaku sebagai mantan perawat.

Namun ia sudah 2 tahun berhenti dari pekerjaannya itu dan akhirnya bekerja di salon.

Selain itu, sang pemilik salon juga ditetapkan sebagai tersangka.

Dikatakan pihak kepolisian, salon tersebut sebenarnya tak menuliskan layanan filler payudara di pamflet miliknya.

Namun layanan tersebut diketahui masyarakat dari mulut ke mulut.

Layanan filler payudara itu dibanderol dengan harga Rp2,5 juta untuk setiap 100 cc suntikannya.

Sehingga korban diketahui membayar biaya Rp12,5 juta untuk layanan yang mengakibatkan dirinya meninggal dunia tersebut. (LZ)

Editor : Laila Zakiya
#filler payudara #jogja #asn