SOLOBALAPAN.COM - Penangkapan Pegi alias Perong oleh Polda Jabar dalam kasus Vina Cirebon dianggap terlalu terburu-buru.
Apalagi Pegi alias Perong dalam pengakuannya mengatakan bahwa dirinya tak bersalah dalam kasus Vina Cirebon.
Pegi alias Perong ditetapkan sebagai tersangka kasus Vina Cirebon oleh Polda Jabar salah satunya lantaran kesaksian dari saksi bernama Aep.
Dikatakan Aep, yang bekerja tak jauh dari lokasi kejadian, ia mengenal wajah Pegi alias Perong, meski tak mengetahui namanya.
Aep menerangkan bahwa pelaku pada saat hari kejadian kasus Vina Cirebon mengendarai sebuah motor berwarna pink.
Namun keterangan Aep itu kemudian dipertanyakan.
Pasalnya, muncul dugaan bahwa dalang dalam kasus Vina Cirebon sebenarnya bernama Aldo.
Dugaan tersebut muncul dari pengakuan teman korban Eki, Riyan Wisnu.
Dugaan itu kemudian semakin diperkuat dengan foto Aldo yang memiliki motor serupa dengan yang dicirikan oleh Aep.
Dalam sebuah unggahan yang kemudian dibagikan ulang oleh Instagram @/lambe_danu, terlihat sosok pria yang disebut sebagai Aldo bersama dengan motor pink-nya.
Motor pink milik Aldo itu bahkan penuh dengan modifikasi, yang semakin menguatkan dugaan bahwa dirinya merupakan anggota dari sebuah geng motor.
'seperti yang riyan wisnu bilang, ini aldo yang lari ke bandung, dan yang dua lari ke jakarta saat itu,dan ini lah sosok aldo yang punya motor warna pink modif,,bukan motor smash pink sprti yang di katakan Aep yang di tuduhkan ke pegi setiawan yang skrg di tangkap,, kalau aldo ini genk motor aku percaya,modifikasi motornya gak tanggung"sampai full gitu,, Hayo loooo.....!!!!' tulis dalam unggahan tersebut.
Seolah tak meyakini penangkapan Pegi alias Perong, eks Kabareskrim Polri Susno Duadji juga mengatakan hal senada.
Susno Duadji menerangkan bahwa dirinya sempat berurusan dengan kasus kejahatan geng motor pada saat menjabat tahun 2008 lalu.
Sehingga, ia mengaku sudah hafal dengan tipikal para anggota geng motor.
"Tampang-tampang geng motor itu jarang sekali tampang-tampangnya itu orang yang kelas buruh, kelas-kelas bawah itu," kata Susno Duadji, dikutip dari tayangan YouTube tvOneNews.
"Karena boro-boro dia mikirkan geng motor, ngabisin bensin, ngabisin rokok, minum-minum. Wong untuk makan aja susah," sambungnya.
Keterangan Susno Duadji itu seolah meyakini bahwa Pegi alias Perong bukanlah anggota geng motor, seperti ciri pelaku kasus Vina Cirebon.
"Geng motor ini biasanya yang menengah ke atas, yang banyak waktu, ada uanglah walaupun nggak terlalu kaya. Itu tampang geng motor," jelas Susno Duadji.
Ia lantas meminta pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap kendaraan yang ditumpagi Pegi alias Perong yang baru saja ditangkap oleh Polda Jabar.
"Katanya saksi Aep motornya dia warna pink, nah itu kan nomornya ada, stnk-nya ada. Pink nggak? Kalau enggak pink ya bukan," ujar Susno Duadji.
Susno Duadji lantas mengamini keraguan kuasa hukum Vina Cirebon, yang mengungkap kemungkinan bahwa sosok Pegi alias Perong yang baru ditangkap bisa jadi merupakan korban salah tangkap.
"Tapi kalau diragukan, iya," sambungnya.
Meski demikian, Susno Duadji menilai bahwa Polda Jabar sudah bersikap profesional dalam kasus Vina Cirebon.
"Tapi tolong disampaikan kepada publik, supaya tidak gaduh. Karena ini bukan barang rahasia loh," tukasnya. (LZ)
Editor : Laila Zakiya