SOLOBALAPAN.COM - Kisah Tumpol Simanjuntak (56), seorang tukang becak di Medan cukup miris.
Berenca untuk mengambil bantuan sosial atau bansos, tukang becak di Medan itu justru berakhir lumpuh.
Tukang becak di Medan bernama Tumpol Simanjuntak itu lumpuh usai mendapat penganiayaan dari seorang oknum Brimob.
Kronologi kejadian tersebut diebeberkan oleh istri dari sang tukang becak, Ernawati Siregar (54).
Pada saat kejadian, tukang becak itu sedang berencana mengambil bansos dari Toko Aroma Bakery.
Istri korban menyebut bahwa peristiwa itu terjadi pada pukul 03.00 WIB.
Saat itu, korban menemukan pelaku yang sedang tertidur di badan jalan, di atas sepeda motornya.
Korban kemudian menegur pelaku pada saat kejadian. Hal itu dilakukan lantaran sang tukang becak hendak melintasi jalanan tersebut.
Namun bukannya bangun dan menyingkir, pelaku malah memarahi Tumpol.
Tukang becak itu dianggap telah mengganggu pelaku yang sedang tertidur.
Dalam kesaksian korban, pelaku disebut sedang mabuk.
"(Diduga) mabuk, bapak ini tujuannya mau mengambil beras, gang kami ini kecil, dia tidur di jalan,” kata keluarga korban.
“Bapak mau lewat, becaknya enggak bisa lewat. Lalu ada menegur, jadi yang ditegur itu marah," sambungnya.
Tak terima mendapat terguran, pelaku lantas melakukan penganiayaan dengan kejam terhadap korban.
Disebutkan bahwa penganiayaan yang berujung kelumpuhan itu dilakukan oleh oknum Brimob Polda Sumut RGH.
Kejadian itu dikatakan terjadi di kawasan Jalan Harapan Pasti, Gang Saudara, Medan Denai pada 25 November 2023 lalu.
Tiga bulan setelah penganiayaan, tukang becak itu kemudian mengalami lemah fisik hingga harus dibantu dengan kursi roda.
“Korban mulai mengalami lumpuh pada bagian tangan sampai kaki setelah keluar dari rumah sakit itu,” tulis keterangan akun X @5teV3n_Pe9eL. (LZ)
Editor : Laila Zakiya