SOLOBALAPAN.COM - Pernyataan Saka Tatal, terpidana kasus Vina Cirebon yang kini sudah bebas bersyarat jadi kontroversi.
Sebelumnya, Saka Tatal menegaskan bahwa dirinya hanyalah korban salah tangkap dalam kasus Vina Cirebon.
Setelah bebas bersyarat, Saka Tatal mengaku jika dirinya dipaksa mengaku kalau ia bersalah dalam kasus Vina Cirebon.
Namun pernyataan Saka Tatal itu kini menjadi kontroversi.
Pasalnya, Saka Tatal ketahuan tak konsisten kala memberikan keterangan mengenai kasus Vina Cirebon.
Dalam berbagai kesempatan, Saka Tatal diketahui memberikan keterangan yang berbeda-beda soal malam kejadian pembunuhan Vina Cirebon.
Di video pertama yang diunggah akun @/dhemit_is_back, Saka Tatal menyebut jika dirinya berada di rumah bersama dengan anggota keluarganya yang lain.
"Waktu di malam kejadian (tragedi Vina Cirebon) saya di rumah bareng kakak, om saya, teman saya," kata Saka Tatal.
Namun dalam video berikutnya, Saka Tatal menyebut jika dirinya saat kejadian diminta untuk mengantarkan motor milik pamannya.
"Saya sebelum ditangkap disuruh paman isi bensin sama adiknya paman juga, saya mau nganterin motor itu," kata Saka Tatal dalam cuplikan video tersebut.
Saka Tatal kemudian menerangkan jika tiba-tiba saja dirinya ditangkap polisi usai mengantarkan motor milik pamannya itu.
"Pas baru nyampe saya mau nganterin motor itu saya didatangi polisi, saya ditangkap tanpa surat apapun, gak ada penjelasan apapun," sambungnya.
Dalam keterangan unggahan tersebut, Saka Tatal lantas dinilai tak konsisten.
"Secara psikologi orang yang pernah mengalami sesuatu hal yang buruk, dia akan konsisten cerita bukan berubah-ubah," tulis cuitan dalam unggahan tersebut.
Meski demikian, sejumlah pihak tak setuju dengan penilaian akun tersebut.
Saka Tatal, dalam pembelaan seorang warganet, disebut menerangkan jika dirinya saat itu berada di rumahnya, namun kemudian diminta mengantarkan motor milik pamannya hingga akhirnya ditangkap oleh polisi. (LZ)
Editor : Laila Zakiya