Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Saka Tatal dan Sudirman Kompak Ngaku Dibully Terpidana Kasus Vina Cirebon Lain saat di Penjara, Kalapas Ungkap Hal Sebaliknya

Laila Zakiya • Kamis, 23 Mei 2024 | 01:21 WIB
Titin Pralianti, kuasa hukum Sudirman yang jadi terpidana di kasus kematian Vina Cirebon.
Titin Pralianti, kuasa hukum Sudirman yang jadi terpidana di kasus kematian Vina Cirebon.

SOLOBALAPAN.COM - Keluarga Sudirman, terpidana penjara seumur hidup di kasus Vina Cirebon mengungkap bahwa ada penganiayaan yang diterima putranya saat berada di penjara.

Sama halnya dengan Sudirman, Saka Tatal terpidana yang kini sudah bebas bersyarat melalui kuasa hukumnya juga mengungkapkan hal serupa.

Bahkan menurut keluarga Sudirman, putranya sampai muntah darah lantaran ulah para terpidana lainnya di kasus Vina Cirebon.

Namun rupanya ungkapan tersebut seolah dibantah oleh Yan Rusmanto, Kepala Lapas Kelas Satu Cirebon.

Terlibat dalam kasus pengeroyokan hingga menyebabkan kematian Vina Cirebon, para terpidana memang punya imej arogan.

"Kalau informasi yang beredar di masyarakat kan sepertinya mereka kesannya arogan dan lain sebagainya," kata Yan.

Namun menurut Kalapas, para narapidana justru tak melakukan arogansi saat berada di balik jeruji besi.

Mereka, para narapidana, disebut justru bersikap kooperatif.

"Tapi yang kami lihat yang kami tahu, terutama saya selama berada di Lapas Kelas Satu Cirebon, mereka justru sangat kooperatif dengan pembinaan yang kami berikan," sambungnya.

Yan mengungkapkan jika selama menjalani masa tahanan, para narapidana mengikuti seluruh program pembinaan dengan baik.

Bahkan sejak pertama kali menjalani masa tahanan, ketujuh narapidana tak pernah melakukan pelanggaran.

Baca Juga: Ini Alasan Netizen yang Berharap Shin Tae-yong Tak Turunkan Pemain Naturalisasi di Piala AFF 2024

"Mereka masuk ke Lapas Kelas Satu Cirebon itu tanggal 2 Juni 2017. Nah sejak itu sampai saat ini, kita bisa menyampaikan bahwa yang bersangkutan berkelakuan baik. Standarnya yang bersangkutan tidak pernah tercatat dalam buku register F atau buku pelanggaran," ungkap Yan.

Dengan para sesama narapidana pun, ketujuh pelaku juga dikenal bersikap baik.

Soal pengakuan salah tangkap yang diucapkan Saka Tatal dan keluarga Sudirman, Yan mengaku belum mengetahui perihal tersebut.

Pasalnya, para narapidana dinilai cukup sibuk dengan kegiatan pembinaan selama berada di penjara.

Sebelumnya, Titin Prialianti yang mewakili keluarga Sudirman sebagai kuasa hukum mengaku bahwa kliennya kerap mengalami muntah darah ketika berada di penjara.

"Justu Sudirman lah yang sampai hari ini muntah darah. Kemarin saya dapet informasi juga ini muntah darah karena di luar sidang pun karena mungkin tekanan-tekanan yang diterimanya karena tingkat kecerdasannya sangat rendah dia juga hanya lulusan SD, mudah sekali dia saya bahasannya kayak gimana mudah sekali dipaksa mengaku," ungkap Titin.

Dari pengakuan kliennya, Titin menyebut soal adanya tindak kekerasan dari para narapidana terhadap Sudirman.

"Pada akhirnya pengakuan itulah yang mengakibatkan dia tidak saja dibully oleh teman-teman sedelapan orang itu. Karena saya betul-betul saat sebelum sidang, Sudirman dihadirkan di dalam ruang tahanan sebelum masuk itu dia sempat muntah darah karena dipukuli oleh teman-temannya," tukasnya. (LZ)

Editor : Laila Zakiya
#saka tatal #sudirman #Vina Cirebon #Yan Rusmanto