SOLOBALAPAN.COM - Jadi sorotan kembali setelah film Vina: Sebelum 7 Hari viral, ada dua kemungkinan dalam kasus kematian Vina Cirebon.
Diketahui sebelumnya, Polda Jabar akhirnya resmi menerbitkan status Daftar Pencarian Orang atau DPO terhadap 3 orang yang disebut pelaku kasus Vina Cirebon dan hingga kini belum tertangkap.
Poster DPO yang dibagikan melalui laman Instagram Polda Jabar itu terasa janggal, lantaran tak memuat identitas lengkap para buron dan tak menampilkan foto.
Bahkan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea pun dibuat keheranan dengan poster DPO yang dinilainya tak jelas itu.
Setelah terbitnya poster DPO tersebut, muncul dua kemungkinan dalam kasus kematian Vina Cirebon.
Dua kemungkinan yang muncul adalah ketiga DPO yang nyata atau justru tiga orang tersebut hanya karangan saja atau fiktif.
Akun Instagram @voltcyber_v2 yang dikenal sebagai seorang hacker menyebut jika polisi seharusnya dapat dengan mengungkap identitas ketiga DPO tersebut.
Dengan hanya menemukan nama dan identitas pribadi lainnya, dirasa sudah cukup untuk melakukan penyelidikan dan menangkap tiga orang yang berhasil kabur itu.
'Karena dari release DPO sebenarnya eks kapolres cirebon pada saat itu tau 3 DPO ini.' tulis unggahan akun tersebut.
'Dan janggalnya 3 DPO yang sama-sama dari banjarwangunan yang mempunyai 46 RT bahkan tidak ada 1 pun dari 46 RT angkat suara bahwa 3 DPO tersebut benar-benar warganya.'
'Secara tidak mungkin jika RT tidak mengenali warganya sendiri, jika memang 3 DPO tersebut dari 3 keluarga warga banjarwangunan maka pihak kepolisian bisa mendapatkan informasi terkait 3 DPO tersebut.' tulisnya.
Baca Juga: Timnas Israel Terancam Batal Tampil di Olimpiade, Akan Diganti Timnas Indonesia? Begini Faktanya
Akun Instagram tersebut kemudian menegaskan bahwasanya Saka Tatal yang baru saja dibebaskan dari kasus kematian Vina Cirebon itu memang bersalah.
Pengakuannya di hadapan publik soal dirinya yang salah tangkap dinilainya sebagai sebuah kebohongan.
'karena ada indikasi pihak lawyer membelokkan berkas agar skenario berubah. Lantas bagaimana kalau 3 DPO itu sebenarnya tidak ada?' duga pemilik akun tersebut.
Jika benar ketiga DPO tersebut hanyalah fiktif, lantas akun tersebut menduga jika para pelaku yang berhasil ditangkap ingin mencoba mengurangi hukuman yang didapatnya setelah terlibat dalam kasu kematian Vina Cirebon.
'Jika 3 DPO itu tidak ada pasti asumsi skenario bertujuan untuk meringankan hukuman 8 tersangka tersebut, makanya kenapa 8 tersangka tersebut tiba-tiba merubah keterangannya karena dengan alasan otak pembunuhnya kabur dan status DPO jadi hukuman 8 tersangka ini bisa diringankan.'
'Nah tugas Bareskrim saat ini mau gak mau usut kasus ini, 3 DPO ini apakah benar-benar nyata atau fiktif.' pungkasnya. (LZ)
Editor : Laila Zakiya