SOLOBALAPAN.COM - Bisnis prostitusi anak di Surabaya bikin geger publik.
Sebanyak 4 orang anak di bawah umur disebut menjadi korban dalam prostitusi anak di Surabaya itu.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono menerangkan bahwa 7 orang tersangka telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus prostitusi anak tersebut.
YY, menurut keterangan pihak kepolisian, berperan sebagai muncikari dalam bisnis haram tersebut.
Dari keterangan pihak kepolisian, YY memesan 2 unit apartemen yang kemudian digunakan sebagai basecamp bisnis haramnya tersebut.
Namun, YY kemudian menjajakan keempat anak di bawah umur itu dengan menyewa kamar hotel di daerah lain.
"Sesampainya di hotel Yeyen membooking 4 kamar. Yang mana 3 kamar dibuat melayani tamu. Sedangkan 1 kamar dibuat untuk para joki mencari tamu melalui aplikasi MiChat," ungkap Hendro.
Selain YY, keenam tersangka lainnya yang ditangkap adalah RS, AM, SS, RI,, dan AS.
Satu tersangka tambahan yakni EM, yang rupanya masih berada di bawah umur.
Tersangka RS rupanya merupakan kekasih YY.
Ia membantu tugas pacarnya dengan turut menjajakan jasa lendir tersebut melalui aplikasi MiChat.
"Perekrutan dilakukan pada akhir tahun lalu. Mereka ke Surabaya pada Januari 2024, awal tahun, mulai beroperasi," jelasnya.
Sementara itu, tersangka YY dulunya adalah seorang pekerja seks komersil atau PSK.
Di tahun 2021 hingga 2023, ia berprofesi sebagai germo. Melihat peluang yang menjanjikan, YY lantas membuat bisnisnya sendiri dengan mempekerjakan anak di bawah umur.
Ditemukannya bisnis prostitusi naungan YY ini cukup meresahkan, apalagi para korban merupakan anak-anak yang masih di bawah umur. (LZ)
Editor : Laila Zakiya