SOLOBALAPAN.COM - Duka mendalam dirasakan I Nengah Rusmini dan keluarga usai putranya, Putu Satria Ananta Rustika tewas di tangan seniornya, Tegar Rafi Sanjaya dalam kasus tewasnya mahasiswa Taruna STIP.
I Nengah Rusmini dan keluarga tak menyangka jika sang mahasiswa Taruna STIP akan menjadi korban senioritas yang dilakukan oleh Tegar Rafi Sanjaya.
Menurut keterangan I Nengah Rusmini, selama ini Putu tak pernah mengeluhkan soal adanya tindakan senioritas di antara mahasiswa Taruna STIP seperti yang ternyata dilakukan oleh Tegar Rafi Sanjaya.
"Anak saya itu, entah dia ada doktrin gimana ya, atau tekanan-tekanan dari mana, dari seniornya atau gimana, dia enggak pernah cerita masalah itu. Bilangnya aman-aman aja," ungkap I Nengah Rusmini saat diwawancarai dalam tayangan Kompas Petang, seperti dikutip dari YouTube Kompas TV.
Putu atau yang juga kerap disapa Rus (19) rupanya tak ingin sang ibu menjadi khawatir akan keselamatan dirinya saat menjalani pendidikan di STIP.
Sang ibu pun juga sempat percaya dengan pengakuan putranya itu.
"Jadi saya pikir memang benar-benar, saya pikir memang kenyataannya seperti itu, ternyata memang masih ada pembulian-pembulian atau tindak kekerasan di sekolah tersebut," sambungnya.
Meskipun menutupi soal kondisinya dari sang ibu, namun Putu atau Rus rupanya mengeluhkan kondisinya kepada sang pacar.
Dalam curhatannya kepada kekasihnya, Putu atau Rus mengaku kerap mendapatkan penganiayaan dari seniornya di STIP.
Dalam pesan yang viral, Putu mengeluhkan soal dadanya yang terasa sakit kepada sang pacar.
Dari potret yang beredar, percakapan antara Putu dengan kekasihnya itu terlihat terjadi pada bulan Desember.
Baca Juga: Heboh Dengan Kekayaan Djarum Pemilik Como 1907, Media Italia: Mereka Pemilik Terkaya di Liga Italia
'Cak2e gen bene (dipukulin terus-terusan),' kirim Putu kepada kekasihnya dalam tangkapan layar pesan yang beredar.
Kini tewas dengan luka di bagian ulu hati, rupanya para senior Putu memang sudah mengincar bagian tersebut manakala menganiaya juniornya itu.
'Sakit dadaku cok, uluhati gen dicari (Sakit dadaku, ulu hati terus yang diincer),' ungkapnya dalam pesan.
Sang kekasih pun tak tinggal diam. Ia meminta Putu untuk menunjukkan kondisinya saat itu.
Setelah didesak oleh sang kekasih, Putu akhirnya mengirimkan foto selfienya dengan kondisi dadanya yang terluka.
Lebih lanjut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap sekolah kedinasan dalam hal ini STIP setelah terjadinya kasus mahasiswa Taruna tewas tersebut.
Ibu Putu berharap agar evaluasi tersebut dapat memberikan pengaruh baik bagi STIP.
"Kalau bisa sih empat angkatan harus bersih dulu ya. Jadi memang kita benar-benar buka dari awal lagi," ucap I Nengah Rusmini.
"Sehingga memang clear, bebas dari kekerasan," tandasnya. (LZ)