SOLOBALAPAN.COM - Kasus kecelakaan maut yang menimpa bus rombongan SMK Lingga Kencana Depok di Ciater, Subang, Jawa Barat memunculkan berbagai fakta baru.
Salah satu fakta yang terungkap dalam kecelakaan maut di Ciater, Subang itu adalah soal fakta di balik bus yang digunakan oleh rombongan SMK Lingga Kencana Depok.
Benarkah bus rombongan SMK Lingga Kencana Depok tak layak, sehingga akhirnya menimbulkan kecelakaan maut di Ciater, Subang?
Seorang pengguna akun X atau Twitter @ITSumatera_yai pun membongkar fakta di balik bus yang digunakan oleh SMK Lingga Kencana dalam kecelakaan maut tersebut.
Menurut keterangan sosok tersebut, bus yang kecelakaan di Ciater, Subang itu sudah mengalami perombakan.
"Dari struktur rangka sekilas 'cukup' kuat, atleast ngerombaknya niat," tuis cuitan akun tersebut.
Dari penilaian akun tersebut, ada kejanggalan dari hasil rombakan yang telah dilakukan.
Menurutnya, antara rangka dan body bus tak proporsional.
"Yang jadi masalah, manut data KIR MD (itupun mati tahun lalu) gak salah lihat itu sasis AK1J berkelahi dengan bodi setingi itu? Hasil rombak pula," lanjutnya.
Dengan kondisi seperti itu, menurut pemilik akun tersebut, maka fungsi rem akan menemui sejumlah masalah.
Ia juga mempermasalahkan KIR bus tersebut yang sudah mati.
Menurutnya, KIR lama dari bus tersebut dilakukan saat bus masih dalam keadaan lamanya.
Jika bus dengan bentuk baru hasil rombakan itu diminta untuk melakukan uji KIR, maka hasilnya akan tak layak karena bodi bus dinilai tak sesuai dengan kelasnya.
"Sayangnya gak ada dokslinya samsek," tulisnya.
"Stres asli, sasis tenaga seadanya dengan rem yang ahsudahlah nopang bodi setinggi itu. Seberaninya RG direbody aja tinggi maxnya setara HD," tambahnya.
Pemilik akun tersebut lantas menduga kuat bahwa kecelakaan tersebut terjadi karena persoalan rem.
"Sasisnya memang kuat, masalahnya tenaga mesin dan kemampuan remnya bisa ngimbangin gak? Yang full air aja bisa kebobolan (trhowback kejadian Guci yang bahkan tanggalnya sebelum unit itu KIR)," unggah akun tersebut.
Ia lantas meminta pihak terkait untuk melakukan pengawasan ketat terhadap bengkel-bengkel yang kerap melakukan perombakan bus.
Kemudian, pemilik akun tersebut juga membongkar adanya nama mantan ketua IPOMI dalam silsilah unit bus tersebut.
"Dan kejawab juga kenapa kerusakan rangka atapnya agak tereduksi. Basic produk Ungaran rupanya. Karoseri Ungaran + custom garasi Solo = Solid," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa bus Putera Fajar mengalami kecelakaan di Ciater, Subang, Jawa Barat pada Sabtu, 11 Mei 2024.
Bus tersebut membawa rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok yang sedang melangsungkan acara perpisahan.
Dari kecelakaan maut bus rombongan SMK Lingga Kencana yang terjadi di Ciater, Subang itu, sebanyak 11 orang dinyatakan meninggal dunia. (LZ)
Editor : Laila Zakiya