SOLOBALAPAN.COM - Pasangaan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.
Dengan posisinya sebagai pemenang, Prabowo - Gibran pun dikabarkan akan membuka peluang kepada partai-partai rival di pemilu dulu untuk berkoalisi.
Salah satu partai yang santer akan diajak berkoalisi ini adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Dilansir dari Radar Solo, Gibran pun mengamini hal tersebut.
Sosok yang juga merupakan Wali Kota Solo itu mengaku telah membahas hal tersebut bersama Prabowo Subianto saat bertemu dalam open house di kediaman pribadi di Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Rabu (10/4) lalu.
"Ya bisa dibicarakan, semua bisa dibicarakan. Kami sempat membahas itu (ajak PDIP gabung koalisi) saat halal bihalal (Prabowo) kemarin," kata dia, Selasa (16/4).
Dengan potensi mengajak PDIP untuk berkoalisi, Prabowo - Gibran pastinya juga akan bersua dengan ketua umum partai tersebut, Megawati Soekarnoputri.
Kendati demikian, dia tidak bisa menetapkan
Menimbang pembahasan soal PDIP itu, apakah dalam waktu dekat putra sulung Presiden Joko Widodo akan bertemu dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri?
Gibran tak memberi jawaban tegas. "Ya nanti (bertemu Megawati)," jawab Gibran singkat.
Lebih jauh ditanya soal koalisi tersebut, Gibran menegaskan bahwa segala kemungkinan bisa terjadi.
Oleh sebab itu, tidak menutup kemungkinan jika ada tambahan partai politik lain di luar Koalisi Indonesia Maju yang sebelumnya dukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
"Segala kemungkinan ada. Ya ada pembicaraan itu (tambahan parpol masuk), beberapa," beber dia. (ves/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro