SOLOBALAPAN.COM - Belakangan, atmosfer perpolitikan di Kota Solo kembali bergejolak dengan munculnya spanduk yang bertuliskan "Solo Bukan Gibran."
Spanduk tersebut diketahui tersebar di berbagai sudut Kota Bengawan.
Menanggapi kemunculan spanduk tersebut, Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran pun angkat suara.
Dilansir dari Antara,TKNI menyampaikan tanggapannya melalui dewan pakar mereka di Solo, Agus Riyanto.
Menurut Agus, spanduk tersebut hanya bagian dari kepanikan saja.
Lebih dari itu, dia malah melihat hal ini sebagai peringatan bagi para pendukung Gibran Rakubuming Raka.
Dia menyarankan para pendukung Gibran untuk lebih berani muncul.
"Itu bagian dari kepanikan," kata Agus.
"Akan tetapi, juga warning bagi kawan-kawan yang mendukung Gibran harus berani muncul," ujarnya.
Dia pun mengungkapkan bahwa para pendukung Gibran akan memberikan respons dengan melakukan konsolidasi dengan tema "Solo adalah Gibran, Gibran untuk Indonesia."
Selain dari kubu TKN, pengamat psikologi politik dari Universitas Sebelas Maret Mohammad Abdul Hakim pun juga menyampaikan pendapat senada mengenai fenomena ini.
Menurutnya, spanduk Solo Bukan Gibran merupakan bentuk kekhawatiran dari pesaingnya.
Hal ini tidak lepas dari predikat Solo sebagai basis pendukung PDIP atau yang sering disebut kandang banteng.
Dalam pandangannya, kemenangan paslon nomor urut 02 di Solo akan menjadi sebuah hal buruk.
"Saya melihat ada kekhawatiran juga," kata Abdul Hakim di Solo, Jawa Tengah, Kamis (28/12).
"Jateng dan Solo Raya kandangnya banteng."
"Kalau sampai suaranya didominasi Prabowo, ini jadi hal buruk," pungkasnya. (rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro