SOLOBALAPAN.COM – Calon wakil presiden (cawapres) dari Koalisi Indonesia Maju Gibran Rakabuming Raka mengaku minta maaf terkait aksinya saat debat capres Pemilu 2024, Selasa (12/12).
Dia siap menerima konsekuensi jika reaksinya dianggap melanggar ketentuan debat.
Hal iti karena banyak pihak menilai Gibran bereaksi berlebihan dengan memprovokasi sejumlah pendukungnya.
“Saya mohon maaf sebelumnya,” ujarnya.
Aksi yang dilakukan Gibran itu dilakukan usai Prabowo Subianto selesai menjawab pertanyaan yang dilontarkan paslon 01 Anies Baswedan.
Suasana terbilang cukup panas karena mantan gubernur DKI Jakarta itu meminta respons Prabowo untuk menilai pendaftaran Gibran sebagai cawapres.
Pendaftaran itu dinilai telah dinodai dengan pelanggaran etika dari hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang tidak lain merupakan paman Gibran, Anwar Usman.
Sesi saling merespons komentar antar kontestan itu makin panas lantaran Anies memposisikan etika harus berada di atas segala norma yang ada.
Di tengah situasi panas itu, Gibran langsung berdiri sambil mengompori para pendukung dengan gerakan tangannya.
Aksi tersebut untuk memberikan dukungan atas jawaban yang diberikan Prabowo Subianto sebagai tanggapan atas pernyataan Anies Baswedan kala itu.
“Semua teguran dan evaluasi akan kami terima,” terangnya.
Disinggung soal kesiapannya dalam debat cawapres kedepan, Gibran mengaku siap menghadapi kontestan lain yang lebih berpengalaman dalam bidang pemerintahan.
Sementara itu, KPU telah menjadwalkan debat cawapres akan dihelat Jumat, 22 Desember mendatang.
Tema dari debat tersebut dikabarkan akan berkutat tentang ekonomi, keuangan, investasi pajak, perdagangan, pengelolaan APBN-APBD, infrastruktur, dan perkotaan.
“Ya nanti disiapkan (bahan debatnya),” singkat Gibran. (ves/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro