SOLOBALAPAN.COM - Mantan diplomat Amerika Serikat yang punya pengaruh pada invasi Indonesia ke Timor Timur, Henry Kissinger, dikabarkan meninggal pada usia 100 tahun.
Dikutip dari Reuters, Henry Kissinger menghembuskan nafas terakhir di rumahnya yang berlokasi di Connecticut, Amerika Serikat.
Henry Kissinger dikenal sebagai sosok yang berpengaruh di era Perang Dingin Amerika Serikat dan Uni Soviet.
Kissinger menjadi pihak yang berkontribusi besar pada pengendalian senjata antara Negeri Paman Sam dan Uni Soviet, pembukaan hubungan diplomatik Amerika Serikat dengan Tiongkok
Selain itu, dia juga memiliki peran besar dalam perluasan hubungan kerja sama dengan negara-negara Arab dan Israel, dan juga Perjanjian Damai Paris dengan Vietnam Utara.
Kendati demikian, tidak sedikit juga yang menganggap Henry Kissinger sebagai penjahat perang.
Henry Kissinger sering menjadi pihak yang turut campur tangan dalam pertumpahan darah mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.
Bagi masyarakat Indonesia, salah satu intervensi Henry Kissinger yang paling diingat pastinya adalah perannya dalam invasi Indoesia atas Timor Timur pada 1975.
Saat berkunjung ke Jakarta pada saat itu, Henry Kissinger dan Presiden Amerika Serikat kala itu, Gerald Ford, memberi saran kepada Presiden Soeharto.
Dia menyarankan presiden kedua Indonesia itu untuk menginvasi Timor Timur karena ditakutkan akan menjadi negara komunis.
Pasalnya, gerakan pro-komunis Front Revolusi Independen Timor Leste (Fretilin) dianggap meresahkan karena dikabarkan mendapat dukungan dari musuh Amerika Serikat dalam Perang Dingin, Uni Soviet.
Keesokan harinya setelah pertemuan tersebut, Presiden Soeharto menggerakkan pasukan yang dipersenjatai Amerika Serikat dan membunuh 200 ribu warga Timor Timur.
Keesokan harinya, Presiden Soeharto bergerak dengan pasukannya yang dipersenjatai AS, membunuh 200.000 warga Timor Timur. (rei)