SOLOBALAPAN.COM - Program live streaming Marapthon – The Last Tale yang digagas komunitas kreator AAA Clan tengah menjadi sorotan publik.
Acara yang menampilkan siaran maraton berjam-jam itu sedang berlangsung hangat sejak awal Februari 2026.
Namun di tengah antusiasme penonton, salah satu sosok penting di balik acara tersebut justru memutuskan untuk mundur lebih awal. Sosok tersebut adalah YouTuber Reza Arap.
Keputusan ini langsung memancing rasa penasaran warganet, terutama karena Marapthon sendiri masih berjalan ketika Arap memilih pamit dari siaran.
Marapthon Dirancang Tayang 30 Hari
Marapthon merupakan program live streaming yang menampilkan siaran berdurasi panjang.
Acara ini digagas bersama para kreator yang tergabung dalam AAA Clan.
Program tersebut mulai tayang di YouTube sejak 8 Februari 2026.
Konsepnya adalah siaran maraton selama 30 hari dengan durasi streaming sekitar 8 hingga 11 jam setiap sesi.
Meski menjadi salah satu penggagas acara tersebut, Reza Arap justru memutuskan untuk keluar sebelum program selesai.
Momen perpisahan itu terjadi pada 6 Maret 2026 dan sempat terekam dalam siaran langsung.
"See you brother," ucap Arap sebelum meninggalkan lokasi siaran, dikutip Rabu 11 Maret 2026.
Saat itu, Arap terlihat berpamitan dengan para anggota tim dan bahkan berpelukan dengan beberapa rekannya yang terlibat dalam proyek tersebut.
Candaan Rekan Tim Sempat Mencairkan Suasana
Di tengah suasana perpisahan yang cukup emosional, salah satu asisten Reza Arap bernama Cintya sempat mencairkan suasana dengan candaan.
"Mau wajib militer," sahutnya.
Meski disampaikan dengan nada bercanda, keputusan Arap meninggalkan program tetap memicu berbagai spekulasi di kalangan penonton.
Kondisi Mental Jadi Sorotan
Beberapa hari setelah Arap pamit dari Marapthon, anggota AAA Clan bernama Teguh Prakoso atau yang akrab disapa Tape akhirnya mengungkap kondisi sebenarnya yang dialami sang YouTuber.
Ia menyebut Reza Arap sempat berkonsultasi dengan psikiater dan mendapatkan diagnosis terkait kondisi mentalnya.
"Marapthon, anyway, kita gak bisa menutupi terlalu lama, kita gak bisa apa, ya? Arap gak bisa lama-lama di Marapthon karena kemarin sempet ke psikiater, dia didiagnosis depresi disorder. Stres beratlah," terang Tape.
Menurut Tape, tim sebenarnya sudah menyarankan Arap untuk beristirahat lebih dulu demi menjaga kesehatannya.
"Kalau dari kita semua udah, 'take a rest, tidur. Ini udah omongan dokter, ini udah omongan profesional, libur!'. Tapi Arap walaupun di luar masih kepikiran Marapthon," lanjutnya.
Tetap Profesional Meski Tertekan
Tape juga mengungkap bahwa dirinya sempat melihat bagaimana Arap berusaha tetap tampil profesional di depan kamera.
Padahal di balik layar, kondisi mentalnya sedang tidak stabil.
"Aku sendiri melihat dia sometime memaksakan di depan kamera mode profesional walaupun dia stres di dalem, dia memaksakan hal itu," ujarnya.
Menurutnya, tekanan dari komentar negatif di internet beberapa waktu terakhir turut memperburuk kondisi mental sang kreator.
"Kita tahu bersama beberapa hari yang ke belakang banyak banget yang menghujat dia tentang ini itu, akhirnya bed rest. Padahal ia melakukan semua itu dalam kondisi major depressive disorder tadi, dalam kondisi secara mental gak sehat. Dia butuh fresh," tegasnya.
Kontroversi Tes IQ Ikut Jadi Perbincangan
Di sisi lain, nama Reza Arap juga menjadi perbincangan karena tes IQ yang ia jalani saat program Marapthon berlangsung.
Dalam tes tersebut, Arap diketahui memperoleh skor IQ 85. Hasil tersebut memicu berbagai reaksi warganet di media sosial.
Sebuah tangkapan layar yang beredar bahkan memperlihatkan pesan yang diduga berasal dari psikiaternya.
"Sebenarnya tes IQ dalam kondisi kurang fit dan emosional yang belum stabil bisa jadi hasil IQ-nya tidak valid," ujarnya.
Percakapan tersebut kemudian viral dan memicu berbagai komentar dari warganet di media sosial.
"Dia kepikiran kalau orang-orang menganggap dia beneran IQ 85 wkwkwk," ujar akun @revaaaamanda.
"Permasalahannya adalah dia ngomong IQ-nya 150, pas ngerjain gangguin temennya banyak-banyak dan pas dijelasin lewat presentasi malah teleponan. Gue enggak masalah IQ-nya mau nol sekalipun, tapi respeknya tidak ada," ungkap @denny_amj.
"Kalau dipikir-pikir yang paling kasihan pihak psikolog yang ngetes IQ mungkin ada yang menganggap kurang kredibel," tandas akun @kharismatunagustin tersebut.
Marapthon Tetap Berlanjut
Meski Reza Arap memutuskan mundur lebih awal, program Marapthon tetap berjalan sesuai rencana.
Para anggota AAA Clan lainnya melanjutkan siaran hingga jadwal penutupan yang direncanakan pada 10 Maret 2026.
Bagi rekan-rekannya, keputusan Arap untuk beristirahat sementara dianggap sebagai langkah tepat agar ia dapat fokus memulihkan kondisi mental sebelum kembali beraktivitas di dunia kreator digital. (lz)
Editor : Laila Zakiya