SOLOBALAPAN.COM - Sebuah kisah pilu yang menyayat hati datang dari Aceh Singkil dan kini viral di media sosial.
Seorang ibu dua anak bernama Melda Safitri (33 tahun) harus menerima kenyataan pahit diceraikan oleh suaminya hanya tiga hari sebelum sang suami dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ironisnya, pertengkaran hebat yang berujung pada talak tersebut dipicu oleh masalah sepele: sang suami marah karena tidak ada lauk untuk makan malam.
Momen Pamitan yang Viral
Kisah ini pertama kali meledak setelah sebuah video yang memperlihatkan Melda Safitri menangis saat berpamitan dengan para tetangganya diunggah oleh akun Instagram @andreli_48.
Dalam video tersebut, Melda tampak tegar meski penuh duka, bersiap membawa kedua anaknya yang masih kecil untuk kembali ke rumah orang tuanya di Aceh Selatan.
Video tersebut telah ditonton lebih dari 106 ribu kali hingga Rabu (22/10/2025) dan menuai gelombang simpati serta kemarahan dari warganet.
Profil Singkat dan Latar Belakang
-
Nama: Melda Safitri
-
Usia: 33 tahun (kelahiran 1992)
-
Asal: Aceh Singkil, Aceh
-
Anak: 2 orang (dari pernikahan tahun 2020)
-
Suami: Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang baru lulus seleksi PPPK.
Melda sendiri dikenal aktif di media sosial Facebook dengan akun Safitri Alshop Aceh, tempat ia kerap berbagi kesehariannya.
Kronologi: 'Saya Dicerai Karena Mau Jabatan'
Kepada media, Melda membenarkan kronologi perpisahan tersebut. Pemicunya terjadi pada 14 Agustus 2025, saat sang suami pulang kerja.
“Dia pulang kerja, sudah sore, terus dia marah-marah gitu, tidak ada kawan nasi (lauk) di rumah," ujar Melda.
Ia mencoba memberi penjelasan bahwa di rumah memang tidak ada bahan yang bisa dimasak.
"Karena bagaimana saya harus masak... sedangkan apa pun tidak ada di rumah,” lanjutnya.
Namun, sang suami yang sudah tersulut emosi justru langsung menjatuhkan talak.
“Dia langsung bilang ke saya, 'kamu Fitri saya ceraikan satu, dua, tiga,' lalu dia pergi membawa bajunya,” tambah Melda.
Melda menduga, masalah lauk hanyalah puncaknya. Ia merasa dicampakkan karena status suaminya akan segera naik menjadi ASN.
"Dia ceraikan saya karena mau jabatan. Padahal kami dulu berjuang bersama," katanya.
'Saya Cuma Ingin Dihargai'
Melda menceritakan bahwa selama ini ia ikut banting tulang menopang perekonomian keluarga.
Saat sang suami masih menjadi honorer, ia tidak malu untuk bekerja berjualan cabai dan sayuran di pasar.
“Saya tidak malu. Saya cuma ingin dihargai. Saya bukan istri yang minta lebih, saya cuma ingin dihormati sebagai perempuan yang sudah berjuang,” tuturnya dengan tegas.
Kisah Melda Safitri menjadi cerminan pahit dari perjuangan seorang istri yang merasa disingkirkan justru di saat kesuksesan finansial ada di depan mata.
Ketegarannya untuk memulai hidup baru bersama kedua anaknya kini menuai dukungan moril yang luar biasa dari warganet. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo