Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Awal Mula Pacu Jalur Viral di Sosmed Global, Tarian Aura Farming yang Ditiru PSG hingga Travis Kelce Kekasih Taylor Swift

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 9 Juli 2025 | 02:45 WIB
Penari di Pacu Jalur viral dengan istilah aura farming.
Penari di Pacu Jalur viral dengan istilah aura farming.

SOLOBALAPAN.COM – Euforia tradisi Pacu Jalur masih terasa kuat di tengah masyarakat dan jagat maya.

Fenomena "Aura Farming" yang dipopulerkan oleh tarian luwes seorang bocah bernama Rayyan Arkha Dhika (Dika) kini telah melintasi batas negara dan diadopsi oleh figur-figur paling terkenal di dunia.

Mulai dari klub sepak bola raksasa Paris Saint-Germain (PSG), maskot AC Milan, rapper KSI, hingga bintang NFL sekaligus kekasih Taylor Swift, Travis Kelce, semuanya menirukan gerakan khas Dika.

Di dalam negeri, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pun tak ketinggalan merayakannya melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada 7 Juli 2025.

"Inilah kekuatan diplomasi budaya di era digital... Pacu Jalur bukan hanya tradisi. Ia adalah narasi, warisan, dan identitas Indonesia yang menginspirasi dunia," tulis Gibran.

Namun, di balik tarian yang viral ini, tersimpan sejarah panjang dan filosofi mendalam. Mari telusuri jejak warisan kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing), Riau ini.

Sejarah Panjang Jalur: Transportasi yang Menjadi Identitas

Menurut laman resmi Pemkab Kuansing, sejarah Pacu Jalur bermula pada abad ke-17.

Pada masa itu, "jalur" atau perahu panjang adalah sarana transportasi vital bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Kuantan.

Dibuat dari satu batang pohon utuh tanpa sambungan, proses pembuatannya melibatkan ritual untuk meminta izin pada hutan.

Awalnya, perahu berkapasitas 40-60 orang ini digunakan untuk mengangkut hasil bumi seperti pisang dan tebu. Seiring waktu, jalur berevolusi.

Perahu-perahu mulai dihiasi ukiran indah seperti kepala ular, buaya, atau harimau, serta dilengkapi payung dan tiang-tiang hias.

Fungsinya pun bergeser dari sekadar alat angkut menjadi simbol status sosial yang hanya digunakan oleh para penguasa dan bangsawan.

Awal Mula Perlombaan: Dari Ritual Adat hingga Perayaan Kemerdekaan

Memasuki abad ke-18, tradisi baru lahir: adu kecepatan perahu jalur yang kini kita kenal sebagai Pacu Jalur

. Awalnya, perlombaan ini digelar secara swadaya di kampung-kampung untuk memeriahkan hari besar Islam seperti Maulid Nabi atau Idul Fitri.

Pada era kolonialisme Belanda, sekitar tahun 1890, festival ini diadopsi untuk merayakan hari lahir Ratu Wilhelmina setiap 31 Agustus.

Setelah Indonesia merdeka, semangat Pacu Jalur kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dan hingga kini diselenggarakan setiap bulan Agustus untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan RI.

Filosofi dan Peran Kru di Atas Jalur

Pacu Jalur lebih dari sekadar adu cepat. Ini adalah sebuah pertunjukan kolosal yang melibatkan kerja sama, strategi, dan semangat. Di dalam satu perahu, terdapat 50-60 kru (anak pacu) dengan peran yang sangat spesifik:

Sosok tukang tari yang diperankan anak-anak seperti Dika memiliki peran krusial. Dipilih karena bobotnya yang ringan, gerakan mereka bukanlah tarian biasa.

Tarian itu adalah penanda semangat; mereka akan menari dengan energik saat perahunya memimpin.

Ketika mencapai garis finis sebagai pemenang, sang tukang tari akan langsung melakukan sujud syukur di ujung perahu sebagai ungkapan rasa terima kasih.'

Awal Mula Viral di TikTok

Awal mula viralnya Pacu Jalur di media sosial dipicu oleh tersebarnya video-video pendek dari festival di Kuantan Singingi, Riau, yang menyorot aksi energik dan unik dari para 'tukang tari' atau 'anak coki'—bocah-bocah yang menari di haluan perahu.

Diunggah ke platform seperti TikTok, konten ini dengan cepat menarik perhatian audiens internasional yang terpesona oleh semangat dan energi kolektif yang terpancar.

Mereka kemudian menciptakan istilah populer "Aura Farming" untuk menggambarkan fenomena tersebut, yang popularitasnya semakin meledak setelah banyak figur publik dunia ikut menirukan tarian ikonik itu.

Hal itu didukung pula dengan sound lagu Young Black & Rich dari Rapper kenamaan AS, Melly Mike. Hal itu membuat tren ini sangat cepat tersebar ke seluruh dunia. (did)

 

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#psg #travis kelce #awal mula #taylor swift #Aura Farming #Pacu Jalur #sosmed